Ikuti Ultramarathon BTS 100, Wartawan Tewas di Ranupane

  • 2017-11-04 penulis : Fino
  • Editor :Rista
  • dibaca :961
Ikuti Ultramarathon BTS 100, Wartawan Tewas di Ranupane Salah seorang kerabat korban menunjukkan foto korban sesama hidupnya.(ipunk)

MALANG–Bromo Tengger Semeru (BTS) 100 Trail Ultramarathon memakan korban, Sabtu (4/11/2017). Lomba lari mulai dari kategori 170KM / 102KM / 70KM / 30KM ini menewaskan wartawan Obsesi Media Grup, Andi Nursaiful, 48 tahun.

Ia  meninggal mendadak saat mengikuti lomba lari ultramarathon international tersebut. Jenazahnya ditemukan di kawasan Ranupane Kabupaten Lumajang.

Diduga, Andi mengalami serangan jantung sebelum meninggal di Cemoro Lawang, KM 18 Ranupane pukul 05.30 WIB. Pria domisili Depok kelahiran Pare-Pare Sulawesi Selatan itu dilarikan ke KM RSSA Malang, tadi pagi. Pihak keluarga, tiba siang hari sekitar pukul 13.00 WIB. Istri Andi,

Tutut Nursaiful langsung lemas dan terpukul dengan kabar kematian suami yang telah dinikahinya sejak 25 Juni 1995.

“Baru kali ini mas ikut lomba lari BTS Ultra. Lomba lari yang lain sering. Kalau mendaki malah sudah terlalu sering, puluhan kali naik gunungnya,” kata Tutut kepada wartawan, malam ini.

Andi terlibat dalam lomba lari BTS Ultra yang dihelat pada 3-5 November. Dia menjadi bagian dari 1.116 peserta dari 34 negara. Andi menjadi peserta lari 70 kilometer. Dia berlari dengan sekitar 300-an peserta, dari garis awal daerah Cemorolawang Probolinggo, Sabtu dini hari pukul 01.00 WIB. Dia mencapai kilometer ke-17 ketika menjelang pagi hari.

Bapak dari dua anak ini mendekati kilometer 18 sekitar pukul 05.30 WIB. Salah satu peserta, melihat Andi tiba-tiba berhenti sembari memegang dada. Setelah itu, alumnus Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta ini mendudukkan dirinya di tanah lalu tergeletak dalam posisi terlentang.

Peserta lain melihat dia tergeletak pingsan, berupaya memberikan pertolongan, dengan cara memanggil warga dan tim medis. Tim medis yang standby di KM 21 bergegas ke lokasi pingsannya Andi. Ternyata  Andi sudah meninggal ketika tim medis tiba.

Dia dinyatakan meninggal pukul 05.40 WIB. Jenazahnya langsung dibawa turun gunung dan dilarikan ke KM RSSA Malang. Andi disebut sebagai pelari profesional karena sudah banyak mengikuti perlombaan lari. Tutut mengaku menyesal tidak menemani suaminya mengikuti lomba lari di BTS.

Pasalnya, sebelum lomba ini, wanita yang mengaku pernah bekerja di manajemen Majalah Popular itu selalu mengikuti suaminya mendaki gunung atau lomba lari. Bahkan, dia mengaku selalu berlari apabila lombanya jarak pendek.

“Biasanya selalu ikut, kalau jarak jauh cuma mendampingi dan menyemangati suami. Tapi sekarang Jumat Subuh cuma antar ke bandara. Mas tidak mengeluh apa-apa, saya syok pas ditelepon tadi,” ungkap pemilik

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga