Wisata Palembang Tidak Hanya Ampera | Klikapa.com - Portal Berita Terkini

Wisata Palembang Tidak Hanya Ampera

Wisata Palembang Tidak Hanya Ampera QURAN: Wisatawan bisa langsung mendekati mahakarya seni terbesar di dunia. (HARY SANTOSO/MALANGPOST)

PALEMBANG – Bepergian wisata ke kota Palembang, rugi kalau hanya berburu Pempek Palembang.  Rugi kalau hanya ingin melihat dan menikmati wujud Jembatan Ampera, yang membentang di atas Sungai Musi.

Mengapa? Karena di kota yang asal muasalnya bernama Pai Lan Bang ini, kita bisa menikmati indahnya Alquran Al Akbar (raksasa). Sekaligus bisa belajar membaca Quran dalam sensasi yang lain.

‘’Yang ini (Alquran Raksasa) tidak ada duanya. Tidak semua kota ada. Hanya di sini saja (Palembang),’’ kata Shinta Maulidiyah, wisatawan asal Surabaya sembari membolak-balik Quran Raksasa di depannya.

Guna menikmati mahakarya satu-satunya di dunia ini,

tidaklah sulit. Quran raksasa yang dipahat di atas kayu tembesu ini digelar di Pondok Pesantren Al Ihsaniyah, Gandus, Palembang. Menghabiskan bahan baku kayu sebanyak 40 mter kubik, torehan dan pahatan Quran raksasa begitu indah. Begitu mudah dibaca.

Total biaya pembuatan Quran raksasa sedikitnya mencapai Rp 2 miliar. Guratan surat-surat dalam Al Quran dipahat masing-masing di atas selembar kayu berukuran 177 cm (tinggi) x 140 cm (lebar) x 2,5 cm (tebal).

‘’Biaya itu sangat kecil sekali.  Jauh tidak sepadan dibanding maharkaya seperti ini. Belum lagi karya seni ini adalah sebuah kitab suci Al Quran,’’ sergah Sarifah, warga Jl. Pacarkembang Surabaya yang jauh-jauh ke Palembang hanya ingin melihat Quran raksasa.

Begitu masuk ruangan besar Ponpes Al Ihsaniyah, pengunjung langsung bisa melihat Quran raksasa yang hurufnya diberi warna kuning keemasan. Pengunjung bisa menikmati Quran raksasa dari lantai 1 atau lantai 2. Bahkan, bisa juga langsung mendekati bentuk fisik lembaran-lembaran Quran raksasa.

Quran raksasa terdiri 630 halaman ini, juga dilengkapi tajwid serta doa khataman bagi pemula. Setiap lembar terpahat ayat suci Al-Quran pada warna dasar kayu coklat dengan huruf arab timbul warna kuning dengan ukiran motif kembang di bagian tepi ornamen khas Palembang yang sangat indah di pandang dan enak dibaca.

Proses pembuatannya memakan sekitar tujuh tahunan. Gagsan untuk membuat Quran raksasa 30 juz ini dimulai tahun 2002. Pembuat atau penulisnya tidak lain adalah pembuat kaligrafi di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.

Sebelum dipamerkan seperti sekarang ini, Quran raksasa terlebih dahulu dipajang di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. Selama 3 tahun dipamerkan, bertujuan untuk mendapatkan koreksi dari seluruh umat Islam jika ada kekeliruan isinya.

Setelah melalui berbagai koreksi dan penyempurnaan, mushaf Quran raksasa, Senin 30 Januari

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga