Belasan Murid SD Keracunan Minum Koko Drink Rasa Leci. | Berita Terbaru Hari ini

Close

Belasan Murid SD Keracunan Minum Koko Drink Rasa Leci.

  • 2017-11-14 penulis : kerisdianto
  • Editor :junaedi
  • dibaca :7294
Belasan Murid SD Keracunan Minum Koko Drink Rasa Leci. Siswa kelas IV SD Islam Riyatul Muthadin menjalani perawatan di Puskesmas Turen, Selasa (14/11)

MALANG–Belasan siswa SD Islam Riyatul Muthadin, Turen, Kabupaten Malang, Selasa (14/11/2017) mengalami keracunan. Mereka mengaku pusing dan mual setelah mengkonsumsi minuman ringan merek Koko Drink rasa leci.


Pihak sekolah pun segera bertindak cepat. Mereka yang merasakan keluhan yang sama, umumnya siswa kelas IV segera di larikan ke Puskesmas Turen. Sedikitnya ada 13 siswa yang sempat mendapatkan perawatan medis.

Bersyukur seluruh siswa telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis. Orangtua mereka yang menjemput.

Diperoleh keterangan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 usai siswa istirahat. Mendadak sejumlah siswa merasa mual dan pusing. Mereka pun mengaku setelah mengkonsumsi minuman yang dibeli di depan sekolah mereka.

Ke 13 korban keracunan itu adalah Rizky Karisma, Bintan Hasyah Safi, Kaila Rafisyah, Haifa Rahman, Nurin Icha Harilahtul Nisa, Jasmin Kristiadi Islami, Chaila Safira, Vigo Zamhimo, Lilan Aljulain, Damial Radial, Haza Sahira, Dafa Nur dan M.Nazema.

Kasus inipun segera mendapat perhatian petugas Polsek Turen. Polisi pun telah mengamankan dua gelas minuman merek Koko Drink rasa leci untuk dilakukan pemeriksaan.

 “Kami juga sudah berkoordinasi dengan dokter dan Dinkes Kabupaten Malang untuk melakukan uji laboratorium dan menunggu hasilnya,” kata Kapolsek Turen Kompol Agus Guntoro.

Menurut Agus, pada minuman gelas yang dijual bebas itu masa kadaluarsanya hingga 2018. Karenanya pihaknya tidak buru-buru menetapkan tersangka dalam kasus ini sebelum diketahui persis penyebabnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Malang, dr Abdurachman mengaku telah mengamankan sampel minuman untuk dilakukan proses pemeriksaan di laboratorium.

‘’Kita sudah amankan sampel minuman yang dikonsumsi para korban. Hasilnya setidaknya butuh waktu paling lama tiga hari kedepan,” katanya.

Dari kejaidan itu, pihaknya akan segera melakukan penyuluhan terkait dengan minuman dan makanan yang sehat untuk dikonsumsi melalui program food savety di seluruh sekolah Kabupaten Malang.(eri/jon)


BERITA TERKAIT