Pentingnya Satgas Perlindungan Anak di Tingkat RT/RW | Klikapa.com - Portal Berita Terkini

Pentingnya Satgas Perlindungan Anak di Tingkat RT/RW

Pentingnya Satgas Perlindungan Anak di Tingkat RT/RW Seto Mulyadi mengingatkan pentingnya kepedulian pada anak sejak dari tingkat terkecil yakni RT dan RW. (foto: Dhewi Bayu Larasati/MALANG POST)

MALANG-Keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi tiga lingkaran penting yang menentukan tumbuh kembang anak. Ketiganya tak boleh saling lempar tanggung jawab untuk menjaga anak. Sebagai lingkup masyarakat terkecil, RT dan RW diharapkan memiliki lembaga khusus untuk menangani masalah perlindungan anak.

“Sudah sejak empat tahun yang lalu kami galakkan untuk setiap RT dan RW punya seksi perlindungan anak, sehingga kasus kekerasan pada anak oleh orang tua segera mendapatkan penanganan dan tidak perlu anak menjadi korban,” ungkap Seto Mulyadi, dalam seminar bertema Sinergitas Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat di Graha Cakrawala UM, Kamis (16/11).

Seperti halnya kasus pembunuhan Angeline di Bali dan pembunuhan anak oleh ibu kandungnya yang terjadi tak lama ini, sebenarnya masyarakat telah mengetahui adanya kekerasan yang dialami oleh anak dari orang tuanya.

Namun, masyarakat enggan melapor karena takut dinilai ikut campur. Untuk itu, perlu dibentuk suatu badan khusus dalam hal ini di lingkungan terdekat anak.

“Bila ada satgas di RT dan RW, maka semua konflik dapat segera diatasi tanpa menunggu dari KPAI. Emosi negatif orang tua dapat segera tertampung sehingga tidak kemudian disalurkan secara primitive kepada anak. Pemberdayaan masyarakat itu sangat penting,” sambungnya.

Dia mengatakan, pelaku kekerasan pada anak dapat terancam hukuman penjara tiga tahun enam bulan, sedangkan bagi pihak yang membiarkan terjadinya kekerasan tersebut justru mendapatkan ancaman hukuman yang lebih berat, hingga lima tahun penjara. 

Angka kekerasan anak di tahun 2017 memang belum terdata. Namun, jumlahnya selalu meningkat setiap tahun. Kak Seto menyampaikan, orang tua tidak boleh berhenti belajar, salah satunya dengan membaca buku psikologi populer.

“Anak bukanlah orang dewasa mini, sehingga jangan libatkan emosi bila dengan

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga