Ditetapkan Tersangka Pengadaan Buku Fiktif. Kancil Ditahan Kejaksaan | Klikapa.com - Portal Berita Terkini

Ditetapkan Tersangka Pengadaan Buku Fiktif. Kancil Ditahan Kejaksaan

Ditetapkan Tersangka Pengadaan Buku Fiktif. Kancil Ditahan Kejaksaan Salah satu rekanan pengadaan buku fiktif 'Eddy Rumpoko,Manusia Batu, 'M Solikhin alias Kancil yang ditetapkan sebagai tersangkaoleh Kejaksaan Kota Batu

BATU-Satu persatu tersangka kasus pengadaan biografi buku 'Eddy Rumpoko, Manusia Batu', dijebloskan kepenjara oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu. M Solikin giliran Kamis (23/11/2017) ditahan Kejari. Menyusul tersangka sebelumnya Titok Wisabahadi, mantan Kepala Kantor Perpustakaan dan Eko Cahyo Utomo, rekanan pengadaan buku itu.

“Sudah kita lakukan penahanan atas tersangka MS, kita lakukan penahanan di LP Lowokwaru. Sengaja kita pisah dengan TW dan ECU yang sudah kita tahan pekan lalu untuk memudahkan pemeriksaan,” kata Andi Ermawan, Kasi Pidana Khusus, Kejari Batu.

Solikhin yang akrab dipanggil Kancil itu, saat digelendeng petugas masuk ke dalam mobil Kejaksaan terlihat tegang. Saat itu ia menggunakan sandal jepit warna hijau. Ia nampak diam saja saat itu.

Menurut Andi, Kancil ditetapkan sebagai tersangka, 15 November lalu. Saa itu ia dipanggil baru sebagai saksi. Namun yang bersangkutan tidak hadir. Kemudian dipanggil lagi hari Senin (19/11/2017), Kancil juga tidah hadir.

Baru hari ini, Kancil ditetapkan sebagai terangka, Kancil barulah memenuhi panggilan Kejaksaan. Namun, dengan pertimbangan untuk memudahkan pemeriksaannya, Kejaksaan menahannya.

“Panggilan pertama sebagai tersangka, dia kooperatif kok. Atas pertimbangan kemudahan untuk pemeriksaan, kami tahan,” ujar Andi.

Kancil ditahan terkait kasus proyek pengadaan buku di Kantor Perpustakaan Kota Batu. Dalam proyek penyediaan bahan pustaka dengan menggunakan dana dari APBD tahun 2016.

Namun dalam penyelidikan sejak 24 Mei tahun 2017, pengadaan buku yang dimaksud tidak ada, alias fiktif. “Ada beberapa saksi yang kita periksa, ternyata pelaksana kegiatan (Eko Cahyo Utomo) meminjam bendera dari CV lain,” ujar Andi.

Atas perbuatan itu Kancil diduga merugikan negara hingga Rp 148 juta karena buku yang seharusnya dicetak sebanyak 500 eksemplar, tidak ada

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga