Longsor di Tiga Tempat, Dua Rumah Warga Rusak

Longsor di Tiga Tempat, Dua Rumah Warga Rusak Longsor di wilayah Bandungrejosari Kota Malang yang membuat rusak rumah warga.(ipunk)

MALANG-guyuran hujan yang tidak henti selama tiga hari terakhir membawa bencara longsor di Kota Malang. Setidaknya terjadi dua lokasi longsor dan menimpa rumah warga. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun menurut catatan  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang kerugian ditaksir mencapai Rp 770 juta.

Peristiwa longsor itu terjadi  Selasa (28/11/2017) malam yang secara berturut-turut terjadi di Jalan Arif Margono, Kasin. Longsor pada pukul 18.00 WIB, mengakibatkan plengsengan di kawasan Klayatan Gang I RT 03, Kelurahan Bandungrejosari ambrol.

Tak hanya itu, longsor ini juga menimpa rumah milik Siti Kholilah hingga

rusak. Bagian kamar dan dapur rumah ini rusak berat.

Padahal, plensengan dengan panjang sekitar 15 meter dan tinggi 8 meter itu baru dibangun dua bulan lalu.

Selanjutnya longsor juga terjadi Rabu (29/11/2017) sekitar pukul 09.00 WIB. Lokasinya tidak jauh dari longsor sehari sebelinya. Yakni di daerah Klayatan Gang I RT 02.

Longsor selanjutnya terjadi di Jalan Muharto Gang V RT 2 RW 6 Kelurahan Kotalama pada Rabu (29/11/2017) pukul 17.00 WIB. Tanah longsor terjadi di rumah warga bernama Abdullah.

Selain itu juga ada pohon sekitar lokasi kejadian yang berjenis lamtoro dengan diameter sekitar 30 cm dan tinggi sekitar 6 meter tumbang, menimpa rumah korban. Tinggi tebing yang longsor sekitar 12 meter.
Menurut data BPBD Kota Malang, tidak ada korban luka dan jiwa dalam kejadian ini. Meski begitu atap rumah korban rusak dan dinding rumah yang berbahan triplek jebol. Pihak BPBD Kota Malang menyerahkan paket sembako dan makanan siap saji sebagai pertolongan pertama.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang J Hartono, longsor ini karena intensitas hujan yang sangat tinggi. “Penyebabnya memang hujan deras seiring volume air sungai yang naik. Karena daerah yang longsor ini kawasan yang dekat dengan aliran sungai,” paparnya, Rabu (29/11/2017).

“Untungnya tidak ada kroban jiwa atau luka. Namun karena rumahnya rawan tertimpa longsor susulan, Korban diungsikan ke rumah kerabatnya,” jelasnya.
Hartono menambahkan, pihaknya mencatat di November ini kurang lebih kerugian yang dialami warga akibat bencana sekitar Rp 779 juta. “Kalau ditotal dari awal tahun, kerugian warga akibat bencana yang terjadi sekitar Rp 3,7 miliar,” jelasnya.

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga