Masya Allah, Dua Pelajar SMP Ini Dijemput Polisi di Sekolah karena Memperkosa | Klikapa.com - Portal Berita Terkini

Masya Allah, Dua Pelajar SMP Ini Dijemput Polisi di Sekolah karena Memperkosa

  • 2017-12-06 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :355
Masya Allah, Dua Pelajar SMP Ini Dijemput Polisi di Sekolah karena Memperkosa ilustrasi asusila.

MALANG - Masya Allah, dua remaja yang masih duduk di bangku SMP terpaksa dijemput Unit Reskrim Polres Malang saat sedang sekolah, Rabu (6/12/2017). Dua remaja berinisial HM, 14 dan AS, 14, warga Desa Sumbersuko, Wagir, Kabupaten Malang itu diduga terlibat kasus asusila, menyetubuhi sebut saja Bunga, 15.

''Betul, keduanya kami jemput di sekolah, karena ada laporan kasus asusila. Tapi kami tidak ikut kasusnya karena laporannya di Polres Malang,'' kata Kanitreskrim Polsek Wagir, Ipda Anwari Sidik.

Meski begitu, Anwari menyebutkan, jika tersangka kasus asusila terhadap warga Desa Parangargo, Wagir itu, ada tiga orang. Satu orang lagi masih dalam pengejaran.

Informasinya, perbuatan asusila yang dilakukan HM dan AS, terjadi 10 November lalu. Tepatnya di dalam rumah HM, sekitar pukul 13.00. Kejadiannya berawal dari perkenalan Bunga dengan salah satu pelaku melalui media sosial facebook (FB).

Perkelanan itu berlanjut, Bunga dan pelaku janjian bertemu di hari kejadian. Dalam pertemuan itu Bunga diajak ke rumah HM yang sedang sepi. Kedua orangtua HM bekerja. Sesampai di rumah pelaku sudah ada dua teman laki-laki pelaku. Awalnya mereka hanya  ngobrol saja.

Saat asyik ngobrol itu tersangka memberi minuman Bunga. Minuman itu sudah dicampur obat terlarang pada korban. Akibatnya korban teler dan tak sadarkan diri.

Ketika itulah, para pelaku ini menyetubuhi korban secara bergantian. Puas, melampiaskan syahwatnya, mereka sempat mengantarkan korban pulang. Namun hanya diantar  di pinggir jalan. Ketika itu mereka sempat mengancam korban agar tidak bercerita kepada siapapun.

Terbongkarnya perbuatan tak bejat para remaja ini, saat korban bercerita kepada salah satu teman sekolahnya. Sang teman itulah yang kemudian menyampaikan kepada gurunya.

Sang guru pun memanggil

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga