Ini Kasus Yang Membelit Kades Tegalrejo

  • 2017-12-13penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1768
Ini Kasus Yang Membelit Kades Tegalrejo Kades Tegalrejo,Kabupaten Malang, Ari Ismanto saat mengikuti sidang di Pengdian Negeri (PN) Kepanjen, Rabu(13/12/2017)

MALANG-Sidang dugaan penyerobotan lahan yang dilakukan Kades Tegalrejo,Kabupaten Malang, Ari Ismanto, Rabu siang (13/12/2017) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen. Sidang yang menyeret Kades ini yang kemudian membuat warga desa marah dan merusah tanaman milik PTPN XII.

Sidang perdana ini Jaksa Penuntut Umum (JPU), Juni Ratnasari, SH mendakwa Ari Ismanto menduduki, menguasai dan menggarap lahan seluas 177 hektare lebih dengan cara ilegal, mulai Januari 2016 sampai Oktober 2017.

Lahan tersebut ditanami tebu dan ketela pohon. Padahal untuk mengerjakan lahan milik PTPN XII tersebut, harus ada Kerja Sama Usaha (KSU) antara terdakwa dengan

PTPN XII yang berkedudukan di Surabaya, melalui pengelola PTPN XII Kabun Pancursari, Sumbermanjing Wetan.

"Kerja Sama Usaha (KSU) atas lahan itu, berdasarkan Peraturan Menteri BUMN. Sehingga akibat perbuatan terdakwa ini, pihak PTPN XII Kebun Pancursari selaku penanggungjawab, mengalami kerugian sebesar Rp 1.300.824.000," jelas JPU, Juni Ratnasari.

Selain itu, dalam dakwaan itu, Ari Ismanto juga didakwa tidak menghiraukan upaya penyelesaian secara baik-baik.  Kades Tegalrejo itu di jerat pasal 107 huruf a jo pasal 55 huruf a UU RI Nomer 39 tahun 2014 tentang perkebunan.

Menanggapi dakwaan tersebut, Ari Ismanto melalui kuasa hukumnya, Agus Syafii, SH, akan membuat eksepsi, menyanggah dakwaan itu. Esepsi akan dibacakan pada sidang lanjutan Senin (18/12) nanti.

Menurut Agus Syafii, kliennya sudah membayar sewa penggunaan lahan ke pihak PTPN. Dia menegaskan kliennya tidak melakukan penyerobotan lahan. "Sudah ada pembayaran dan ada bukti kwitansinya," katanya usai sidang itu.

Ditambahkannya, dalam dakwaan yang dibacakan JPU,  ada beberapa hal yang dianggap tidak tepat. “Kami tidak sepakat dengan dakwaan tersebut. Nanti akan kita koreksi lagi. Karena pada intinya terdakwa sudah membayar dan ada kwitansinya,” pungkasnya.(agp/mar/jon)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga