Pemprov Jatim Benahi Sistem KPD Bengkulu

Pemprov Jatim Benahi Sistem KPD Bengkulu DIJUAL: Abdul Hamid menyerahkan aneka aproduk UMKM Jatim untuk dipamerkan di KPD Bengkulu. (HARY SANTOSO/MALANGPOST)

BENGKULU – Kinerja Kantor Perwakilan Dagang (KPD) Pemprov Jatim di Bengkulu, dinilai tidak maksimal. Kendati sudah berdiri mulai tahun 2013 tapi prestasi yang dibukukan masih jauh dari harapan.

Temuan lemahnya kinerja KPD Jatim di Bengkulu terungkap saat kunjungan Dr. Ir. H Abdul Hamid MP, Asisten Administrasi Umum, akhir pekan lalu. ‘’Persaingan ke depan kian ketat. Sistem di sini harus diubah,’’ ungkap Hamid, yang mantan Staf Ahli Gubernur Jatim ini.

Menurut Hamid, seharusnya KPD lebih pro aktif menunjang kinerja perdagangan Jatim di Bengkulu. Progam kerja dan target perdagangan untuk menopang perdagangan antar pulau

dari Bengkulu lebih maksimal.

‘’Tidak bisa hanya menunggu calon buyer (pembeli) datang ke kantor KPD. Harus pro aktif menawarkan ke pengusaha-pengusaha di sini,’’ pintah Hamid kepada Endry Prasetyo, Kepala KPD Bengkulu.

Sebagai langkah awal pembenahan, Hamid minta, agar KPD Jatim di Jl. Adam Malik 9, Bengkulu lebih dimaksimalkan. Kantor KPD di depan Markas Polda Bengkul dianggap sangat strategis dijadikan ruang pamer.

‘’Lokasinya sangat strategis di sebuah jalan utama. Ubah desain kantornya jadi ruang pamer produk-produk UKM Jatim. Kalau perlu oleh-oleh khas Bengkulu di jual di sini. Sehingga kalau ada orang Jatim ke Bengkulu beli oleh-olehnya di sini saja,’’ pungkas pejabat kelahiran Bengkulu ini.

Sementara itu dari data Disperindag Jatim menunjukkan, produk Jatim yang diboyong buyers Bengkulu umumnya produk kerajinan. Yaitu hasil kerajinan kulit mulai model tas dan koper, dompet, Ikat Pinggang dan juga produk UKM lainnya.

‘’Sebab,  barang-barang  hasil produk UKM Jatim bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Bengkulu,’’ papar Endry Prasetyo.

Data tahun 2016, neraca ekspor Jatim ke luar negeri semester I sebesar Rp 32 Trilliun. Sementara neraca perdagangan antara pulau atau antar provinsi semester yang sama Rp 79,75 Trilliun. Neraca Perdagangan Jatim bisa menguasai Pasar Domestik sebesar 20,7 persen perdagangan umum. (has)

 

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga