Inilah Pengakuan Rinci Pembunuh di Hutan Pantai Ngliyep

  • 2017-12-30 penulis : kerisdianto
  • Editor :junaedi
  • dibaca :33580
Inilah Pengakuan Rinci Pembunuh di Hutan Pantai Ngliyep Tersangka pembunuhan Nadia Fegi Madona (kiri) dan korbannya Vena Selinda Rismawati (kanan). (dok.facebook)

MALANG-Tersangka pembunuh Vena Selinda Rismawati, 16 di hutan Pantai Ngliyep, Kabupaten Malang, Nadia Fegi Madona, 18, mengelak pembunuhan itu telah direncanakan. Meski ia sebelumnya bersengketa dengan korban tetapi ia tak memiliki niat membunuh.

''Sama sekali tidak ada niat saya membunuh. Sungguh, semuanya berjalan berjalan begitu saja dan saya sangat menyesal,'' katanya saat dalam pemeriksaan polisi.

Nadia, ditangkap sesaat ditemukan korban dalam kondisi jelang ajal menjemputnya, Jumat siang (29/12/2017). Vena sempat menyebutkan jika pelakunya adalah Nadia. Nyawa Vena tak terselamatakan lantaran luka cukup parah di sekujur tubuhnya.

Diceritakan, Jumat (29/12/2017) pagi sikitar pukul 09.00,

ia datang ke rumah korban di Desa Mentaraman, karena ingin menagih uang bedak. Korban, sebelumnya membeli bedak lewat online atas nama pelaku.
Kasus bedak ini juga sehari sebelumnyamenjadikan  keduanya bersengketa. Namun dilerai keluarga mereka.

Saat sampai di rumah korban, Nadia sempat ditemui orangtua korban. Setelah bertemu korban, Nadia mengaku diajak korban ke Pantai Ngliyep. Keperluannya menemui Rian, pacar korban. Saat itu, korban menitipkan jaket. Nadia pun memasukkan jaket itu ke sepeda motor Hoda Beat miliknya.

Saat membuka jok motornya itu, ia mengetahui ada pisau dan jas hujan warna pink. Setelah menaruh jaket korban, Nadia menutup jok motornya dan berboncengan ke arah Pantai Ngliyep.

Sesampai di pintu masuk tempat wisata itu, Nadia minta foto dulu. Maksudnya foto itu segera diupload agar pacarnya mengetahui jika dia sedang mengantar korban ke Ngliyep. Tapi, lagi-lagi kesempatan itu menjadi bahan olok-olok korban kepada Nadia. 

''Saya dibuli. Katanya (korban) saya tidak pantas berfoto-foto. Saya orang miskin,'' tutur Nadia.

Setelah berfoto, korban beralih mengambil-alih kemudi motor. Nadia menjadi dibonceng. Setelah beberapa meter, korban menghentikan motornya dengan alasan pingin kencing. Saat itu korban juga mengaku akan mencari bunga.

Bersamaan itu, korban membuka jok, mengambil jaket dan pisau. Korban lalu berjalan di depan dan Nadia di belakang, karena mereka berjalan di jalan setapak. 

Selang beberapa meter berjalan, korban meminta Nadia jalan di depan. Mereka pun melanjutkan mencari bunga.

Tapi kata Nadia, mendadak korban mengancamnya dengan menempelkan pisau yang dibawanya ke lehernya. ''Saat itu ia (korban) menyebutkan agar saya tidak hubungan dengan Rian,'' terang Nadia.

Merasa terancam, Nadia secara spontan merebut pisau dan kemudian membuangnya. Mereka pun kemudian terlibat pergumulan. Korban yang kalah, sempat ditinggalkan Nadia. Tapi, kata Nadia, korban malah balik menyerangnya dengan mengumpat dan bahkan melempari

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga