Sopir Dump Truk Tak Hadiri Sidang | Klikapa.com - Portal Berita Terkini

Sopir Dump Truk Tak Hadiri Sidang

  • 2018-01-01 penulis : Fino
  • dibaca :328
Sopir Dump Truk Tak Hadiri Sidang TKP Lakalantas di Kota Batu yang menyebabkan seorang istri tewas saat dibonceng suaminya.

MALANG–Masih ingat kecelakaan maut di Jalan Bukit Berbunga Desa Sidomulyo Kota Batu 28 Februari 2017 lalu? Satu unit dump truk nopol N 8529 UH dikendarai M Nuryasin, warga Dresel Oro-Oro Ombo, bertabrakan dengan Yamaha Vega ZR N 6395 LE yang dikendarai Danny Haryanto dan Lilyani, warga Jalan Semeru Sisir Batu.

Akhir tahun 2017, sopir dump truk, Nuryasin, disidang di PN Malang dan menjadi terdakwa dari Kejaksaan Negeri Batu. Sidang sudah berjalan sekali walaupun belum Nuryasin belum bisa hadir. JPU Dita Rahmawati SH, dalam berkas dakwaan 730/Pid.Sus/2017/PN Mlg menyebut Nuryasin lalai.

“Terdakwa mengemudikan

kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia,” kata Dita. 

Awalnya, Nuryasin mengendarai dump truk yang memuat bebatuan itu dari Blitar ke Kota Batu. Dia mengendarai truk menuju desa Sidomulyo.
Dia berniat membeli barang, namun toko tempat barang yang ingin di beli oleh terdakwa sedang tutup.

Saat di Perjalanan, terdakwa bermaksud membawa truk yang dikendarainya mepet ke kiri dan langsung membelok ke kanan. Tetapi, dia tak memperhatikan keadaan lalu lintas dari arah berlawanan. Akhirnya, Nuryasin tetap ngotot memutar balik kendaraan dump truk meski tahu jalanan tersebut kurang penerangan.

Selain itu, kondisi jalanan yang basah tidak memungkinkan truk untuk putar balik dalam sekali haluan. Minimal dia butuh dua kali haluan karena jalanan ini tak terlalu lebar. Tapi, saat truk melintang di lajur kanan, Danny dan Lilyani melintas dengan sepeda motor. Karena truk melintang mendadak, Danny mengerem mendadak tapi tak cukup jarak.

Danny dan Lilyani terjatuh di dekat truk saat sepeda motor menabrak bodi kiri pengaman truk. Kedua korban terseret di bawah kolong truk. Nahas, Lilyani meninggal dunia. Dia mengalami pendarahan hidung, mulut dan telinga kiri.

Luka memar muncul di sekujur tubuhnya. Paling parah, ada luka terbuka di atas telinga kanan yang diduga menjadi penyebab utama kematiannya.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 310 ayat 4 UU RI nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan,” tambah Dita.

Rencananya, Nuryasin menjalani persidangan pada 8 Januari 2018 mendatang.(fin/jon)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga