Moral Tergerus, Pakde Karwo Minta Tolong Kepsek

  • 2018-01-05 penulis : Hari Santoso
  • Editor :Rista
  • dibaca :1013
Moral Tergerus, Pakde Karwo Minta Tolong Kepsek Gubernur Soekarwo melantik 116 kepala UPT SMAN, SMKN dan SLBN se Jatim di Gedung Grahadi, Jumat pagi. (HARY SANTOSO/MALANGPOST)

SURABAYA–Kian tergerusnya etika moral di kalangan pelajar membuat Gubernur Jatim prihatin. Buntutnya, gubernur harus minta tolong seluruh Kepala Sekolah SMAN, SMKN dan SLBN merumuskan membangun budi pekerti.

‘’Saya minta tolong dirumuskan bagaimana membangun budi pekerti. Salah satu caranya, siswa wajib menundukkan kepala saat ketemu guru,’’ tandas Soekarwo, Gubernur Jatim saat mengukuhkan 116 Kepala UPT SMAN, SMKN dan SLBN se Jatim di Gedung Grahadi, Jumat pagi.

Diusulkan Pakde Karwo, etika, moral dan spiritual menjadi basis membangunan pendidikan. Tiga hal ini menjadi penting karena merupakan pondasi/dasar membentuk manusia hebat.

‘’Sekali lagi, khusus di Jatim, saya

minta bantuan seluruh kepala sekolah merumuskan membangun budi pekerti,’’ ulang Pakde Karwo dengan mimik serius.

Konsep pelajaran etika dan budi pekerti sudah diajarkan sejak 1970-an. Sayang, saat ini, budi pekerti tidak lagi menjadi prioritas dalam konsep pendidikan. Karenanya, hal ini harus digalakkan lagi dan dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya oleh kepala sekolah.

‘’Saya ingin rapat bersama dengan semua kepala sekolah agar setiap siswa bisa hormat pada gurunya. Apalagi, sekarang sudah ada pelajaran body language,” terangnya.

Dicontohkan dia, di Jepang dan Korea rekayasa sosialnya terhadap etika dan moral telah dibentuk sejak pendidikan dini. Sehingga, kepatuhan kepada orang tua, leluhur dan guru telah menjadi kebudayaan.

Untuk itu, guna memacu semangat maka akan dibuat kompetisi antar sekolah khusus tentang penerapan etika moral.

‘’Ke depan konsep etika moral ini akan kami kompetisikan, hadiahnya bisa berupa bantuan pembenahan pada salah satu ruangan di sekolahnya,’’ pungkasnya. (has)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga