Soal Jukir Arogan di Pantai Balekambang, Begini Kata Pengelolanya

  • 2018-01-06penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1748
Soal Jukir Arogan di Pantai Balekambang, Begini Kata Pengelolanya ilustrasi, Pantai Balekambang yang selalu ramai dikunjungi wisatawan saat hari libur.(firman)

MALANG-Dirut PD Jasa Yasa Kabupaten Malang, Ahmad Faiz Wildan, menanggapi kasus pemukulan juru parkir (Jukir) di Pantai Balekambang. Namun, ia menyebutkan kejadiannya bukan di tempat parkir Pantai Balekambang, melainkan Pantai Regent.

Lokasinya memang menjadi satu dengan wisata yang dikelolanya. Tapi, pengelolaan Pantai Regent berada di bawah Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan Perhutani.

“Kalau di Pantai Balekambang, sebelum ada pihak lain yang bertindak, pasti kami sudah bertindak. Karena di Pantai Balekambang, tidak ada pungutan liar, menghilangkan ketidakramahan dan perbuatan yang tidak menyenangkan terhadap pengunjung,” tegas Ahmad Faiz Wildan, Sabtu (6/1/2018).

Dengan adanya berita

yang kini viral di medsos tersebut, lanjutnya, telah merugikan PD Jasa Yasa selaku pengelola serta merusak nama baik Pantai Balekambang. Karena jelas-jelas kejadian tersebut bukan di Pantai Balekambang.

“Saya kembali tegaskan dan sampaikan, bahwa kejadiannya di Pantai Regent bukan Balekambang. Lokasinya memang berdekatan, namun secara legalitas formal insiden itu di Pantai Regent,” jelas pria berkacamata ini.

Wildan, sapaan akrabnya juga mengatakan telah berkoordinasi dengan LMDH serta Perhutani, untuk segera menindaklanjuti permasalahan ini. Sebab dikhawatirkan, justru akan berdampak buruk pada destinasi wisata Pantai Balekambang.

Terpisah, Kanitreskrim Polsek Bantur, Ipda Sigit Hernadi, mengaku belum ada laporan ikhwal itu. Pihaknya baru mengetahui ada kejadian itu, setelah status Davina Amandita viral di medsos. Polisi pun berusaha jemput bola dengan mencoba mencari dan klarifikasi dengan pemilik akun Davina Amandita.

“Kami masih mencaritahu pemilik akun tersebut. Sudah berusaha mencari kontaknya, namun belum ketemu. Kalau memang nanti keberatan dan minta diproses hukum, kami akan menunggu laporannya untuk kemudian segera kami tindaklanjuti,” jelas Sigit Hernadi.

Selain itu, Sigit, juga sudah berkoordinasi dengan Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Siono, selaku pengelola Pantai Regent. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengadakan pertemuan bersama dengan pihak LMDH, petugas parkir serta keluarga Davina Amandita untuk klarifikasi.

Sementara, Siono, Ketua LMDH Pantai Regent, ketika dikonfirmasi mengatakan akan segera klarifikasi dulu dengan petugas parkir. Jika memang apa yang disampaikan dalam berita di medsos benar, pasti akan ada sanksi yang diberikan.

“Kami klarifikasi dulu ya. Tetapi jika tindakan petugas parkir di Pantai Regent tersebut benar, maka sanksinya ya dipecat,” jawab Siono singkat.(agp/han)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga