Badut Pedophilia Singosari Memangsa Tetangganya | Klikapa.com - Portal Berita Terkini

Badut Pedophilia Singosari Memangsa Tetangganya

  • 2018-01-10 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :368
Badut Pedophilia Singosari Memangsa Tetangganya Tersanga Heri, Badut Pedophilia yang ditangkap setelah diketahui melakukan tidak asusila kepada boca tetangganya.

MALANG - Selalu berpakaian Badut, ternyata Pedophilia. Dia adalah Heri, 50, warga Desa Randuagung, Singosari, Kabupaten Malang. Ia tega menyetubuhi, balita berusia 7 tahun tetangganya. Sebut saja nama korbannya Cuplis. Korban dicabuli ketika bermain ke rumah pelaku.

Kasus asusila ini kini dalam tahap penyelidikan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang.

"Laporannya sudah kami terima awal pekan lalu. Yang bersangkutan juga sudah kami amankan, sore tadi, dan saat ini masih dimintai ketetangan," ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Protes Guspitu, Rabu (10/1/2018).

Perbuatan bejat Heri ini, terjadi Minggu siang lalu di dalam

rumah tersangka. Ceritanya, Heri yang selalu berpakaian badut, mengundang anak-anak kampung untuk bercanda dengannya. Termasuk korban yang tertarik dan ikut datang ke rumah tersangka.

Tak lama setelah bermain badut, Heri lantas mengajak korban ke dalam rumahnya. Di dalam rumah tersebut, Heri memaksa korban untuk memegangi alat kelaminnya. Tidak hanya itu, Heri juga mencabuli korban.

Setelah puas, Heri lantas meminta korban pulang dan mengancam untuk tidak memberitahu pada siapapun. "Korbannya ini tidak satu orang, ada tiga anak. Namun yang melapor baru satu orang," ujarnya.

Terbongkarnya kasus asusila ini, berawal ketika ibu korban yang baru bekerja pulang. Ia mendapat pengaduan dari adik korban, kalau kelamin Mawar berdarah. Saat ditanya, korban tidak mau mengaku karena takut.

Namun ibu korban tetap curiga. Apalagi juga mengetahui kalau celana dalam korban juga sudah ganti. Saat ditanya dimana celana dalam yang ada bercak darahnya, Mawar tidak mau mengakui. Akhirnya setelah didesak korban baru mengatakan.

Mendapat pengakuan Mawar, ibunya bak disambar petir. Ia yang tidak terima lantas melaporkan ke Polres Malang. "Tadi ketika kami tangkap di rumahnya, warga sudah banyak yang emosi karena ingin menghakimi. Jika terlambat menangkapnya, mungkin pelaku sudah dimassa tetangganya," tutur salah satu petugas.(agp/jon)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga