Enam Orang Digrebek Saat Pesta Pil Koplo, Dua Jadi Tersangka

  • 2018-01-11 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :911
Enam Orang Digrebek Saat Pesta Pil Koplo, Dua Jadi Tersangka Kedua pengedar pil koplo jenis dobel L (nomer tiga dan empat dari kiri) yang diamankan Unitreskrim Polsek Singosari beserta barang buktinya.

MALANG – Unit Reskrim Polsek Singosari, menangkap enam orang saat pesta pil koplo di sebuah rumah di Desa Langlang, Singosari, Kabupaten Malang, Rabu malam (10/1/2018). Saat penggerebekan itu keenamnya sedang fly.

Namun, setelah diperiksa polisi, hanya dua orang yang dijadikan tersangka. Mereka adalah Afiando Candra Putra, 17, warga Dusun Klampok Krajan, Klampok, Singosari dan Chresna Bayu Jaya saputra, 20, warga Dusun Biru, Gunungrejo, Singosari.

Sedangkan empat pemuda lainnya menjadi saksi. Mereka masing-masing berinisial DS, 20, warga Desa Watugede, RDS, 18, warga Desa Banjararum, AR, 17, warga Desa Klampok, Singosari dan WR, 18,

warga Desa Ngenep, Karangploso.

“Dari masing-masing tersangka kami amankan barang bukti yang berbeda. Dari tangan Afiando, kami sita uang Rp 30 ribu serta 91 butir pil koplo. Dari tangan Chresna, kami sita uang tunai Rp 100 ribu, HP serta 990 butir pil koplo jenis dobel L,” terang Kanitreskrim Polsek Singosari, Iptu Supriono, Kamis (11/1/2018).

Menurutnya, penggrebekan pesta pil koplo jenis dobel L ini, berawal dari informasi masyarakat. Warga mengeluh karena di wilayah Kecamatan Singosari, marak beredar pil koplo. Peredaran pil setan itu dilakukan oleh seorang pemuda. Warga juga menginformasikan kepada petugas, bahwa di dalam rumah Desa Langlang, Singosari ada sekelompok pemuda yang sedang berkumpul.

“Pengakuan tersangka Afiando, mendapatkan pil koplo dari tersangka Chresna. Oleh Alfiando dijual kepada para saksi. Sedangkan tersangka Chresna mengaku mendapat pasokan pil koplo itu dari seorang temannya asal Kediri, yang kini masih kami kembangkan,” jelas mantan KBO Reskrim Polres Malang.

Sementara itu, dalam keterangannya Chresna mengatakan kalau dirinya baru tiga bulan ini menjadi pengedar pil koplo. Selain dijual, sebagian pil koplo juga dijual kepada beberapa orang.

“Saya menjual kepada Alfiando biasanya per-boks. Satu boks berisi 100 butir. Sedangkan Alfiando kemudian menjualnya per-tik. Satu tik berisi 7 butir dijual seharga Rp 10 ribu,” tutur tersangka Chresna.(agp/mar/jon)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga