Ketua DPD Nasdem Pasrah Jika Disanksi DPW, Begini Pembelanaannya

Ketua DPD Nasdem Pasrah Jika Disanksi DPW, Begini  Pembelanaannya Ketua DPD Partai Nasdem Kota Malang M Fadli psrah jika disanksi DPW.(ipunk)

MALANG-Ketua DPD NasDem Kota Malang, M. Fadli mengaku pasrah jika dirinya sampai mendapat sanksi pemecatan dari partai. Menyusul ancaman Ketua DPW NasDem Jawa Timur, Dr H Rendra karena tidak menghadiri calon yang diusungnya ke KPU Kota Malang.

”Ya bagaimana lagi. Kalaupun saya ada di sana (KUP), tapi surat pendaftaran yang saya bawa tak ditandatangani sekretaris juga tidak diterima,’’ kata Fadli, Kamis (11/1/2018). 

Yang pasti katanya, sebagai ketua partai dia sudah menjalankan tugas dan menjaga marwah partai. 

”Jika itu evaluasi, ya saya kembalikan ke partai. Saya pasrah,’’ urainya. 

Meski begitu, sampai hari ini dia mengaku belum menerima pemberitahuan apapun dari partainya. 

Secara panjang lebar pun dia menyebutkan ikhwal kasusnya. Baik menyangkut persyaratan yang berusaha dipenuhi hingga protesnya kepada KPU Kota Malang terkait partainya yang hanya dianggap sebagai partai pendukung pasangan Ananda Gudban-Ahmad Wanedi (Menawan) untuk Pilkada Kota Malang.

Pasangan ini selain didukung Partai Nasdem juga partai Hanura, PAN dan PDI-P.

”Iya, saya melayangkan surat protes ke Bawaslu (Panwaslu), karena sudah diperlakukan tidak adil oleh KPU,’’ katanya.

Disbutkan, Rabu (10/1/2018) malam, dia datang ke KPU, untuk melakukan perbaikan berkas pendaftaran. Sebelumnya, Partai Nasdem dicoret sebagai partai pengusung dan hanya ditetapkan sebagai partai pendukung. 

Sebab, saat pendaftaran pasangan calon Menawan, dokumen surat pendaftaran dari partai ini tidak ditandatangani sekretaris DPD Partai Nasdem.  Saat pendaftaran, baik Ketua dan Sekretaris DPD Partai Nasdem Kota Malang tak hadir.
”Niat saya melakukan perbaikan. Saya juga membawa surat mandat penunjukan sekretaris dari DPP. Tapi ternyata ditolak,’’ kata Fadli dengan nada kecewa. 
Fadli menerangkan, Partai Nasdem sangat serius berkoalisi dengan empat partai lain, Hanura, PAN, PPP dan PDI-P, untuk mengusung Nanda-Wanedi. Keseriusan itu dibuktikan dengan turunnya rekomendasi dari DPP, 2 Januari 2018 lalu. Termasuk saat deklarasi pasangan Nanda-Wanedi digelar, Partai Nasdem juga hadir. 

”Saya membacakan rekomendasi kemarin. Artinya kami

Berita Terkait

Baca Juga