Ditetapkan Tersangka Kasus Pungli, Kades Saptorenggo Ditahan Polisi

  • 2018-01-12 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3447
Ditetapkan Tersangka Kasus Pungli, Kades Saptorenggo Ditahan Polisi Kepala Desa (Kades) Saptorenggo, Pakis, Kabupaten Malang, Bambang Roni Hermawan, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pungutan liar (Pungli)

MALANG- Setelah sebulan terakhir hanya diwajibkan lapor, Kepala Desa (Kades) Saptorenggo, Pakis, Kabupaten Malang, Bambang Roni Hermawan, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pungutan liar (Pungli). Penyidik Satreskrim Polres Malang pun, menahannya sejak Kamis (11/1/2017).

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu, saat dikonfirmasi penahanan Kades Saptorenggo tidak mengelak.

“Tanyakan langsung kepada penyidiknya ,” kata Azi Pratas Guspitu, Jumat (12/1/2018).

Keterangan yang didapat, Bambang Roni ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik Polres Malang mengantongi bukti buktinya. Itu terkait keterlibatannya dalam kasus dugaan Pungli.

Dalam kasus ini tentang akta pembagian dua budang tanah waris di Dusun Bugis, Desa Saptorenggo. Barang buktinya adalah uang sebesar Rp 16 juta. Bambang meringkuk dalam tahanan bersama Muhammad Zaeni, 50, Kaur Umum Desa Saptorenggo.

Zaeni sudah lebih dulu dijadikan tersangka dan ditahan di Mapolres Malang, sejak 14 Desember 2017 lalu.

“Surat penahanan sudah ada. Sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar salah satu petugas.

Terpisah, Kanit Tipidsus Satreskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, M.Hum, membenarkannya ikhwal penahanan Bambang. Menurutnya, penetapan tersangka bagi Bambang, dengan mempertimbangkan bukti yang diperoleh penyidik setelah dalam pengembangan pemeriksaan kasus pungli ini. Alat bukti untuk menjadikannya sebagai tersangka sudah terpenuhi.

“Sebelumnya memang hanya saksi. Tetapi hasil pengembangan perkara, karena terbukti maka langsung kami jadikan tersangka dan ditahan,” tegas Sutiyo.

Seperti diketahui Kamis (14/12/2017) malam, Tim Saber Pungli Polres Malang melakukan operasi tangkap tangan (OTT), terhadap Muhamad Zaeni. Ketika ditangkap, dia baru saja menerima uang sebesar Rp 16 juta dari Sugeng, warga Dusun Bulurejo, Desa Saptorenggo, Pakis.

Ketika itu Zaeni mengaku kalau uang tersebut akan diserahkan kepada Kades Saptorenggo, Bambang. Sebagai biaya administrasi proses pembuatan akta pembagian dua bidang tanah waris.

Dari sinilah yang kemudian Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Malang, Kompol Decky Hermansyah melakukan pendalaman dan kemudian penetapan tersangka kepada Kades Saptorenggo dan penahanannya. (agp/mar)

Berita Terkait

Baca Juga