Inilah Tiga Penjahat Perampok Nasabah Bank yang Ditembak Polisi

  • 2018-01-13 penulis : Fino
  • Editor :Rista
  • dibaca :3569
Inilah Tiga Penjahat Perampok Nasabah Bank yang Ditembak Polisi Satu dari tiga perampok uang Rp 245, Juta yang berhasil dibekuk di Solo, Jawa Tengah.(netizen)

MALANG – Tiga komplotan penjahat dengan modus pecak kaca mobil dan mengkempesi ban mobil korbannya diringkus. Mereka bahkan dilumpuhkan dengan ditembak oleh timsus Reskrim Polres Makota di Solo dan Sragen, Jawa Tengah.

Ketika tersangka ini adalah Yakni, M Fauzi  Al Imron, 39,warga Jetis III, Lemah Putro Sidoarjo, Endong Abdul Wahab, 42, Wonocolo Taman Sidoarjo dan Agus Bambang Priyatno, 56 , warga Nglejeng Panggul Trenggalek.

Kapolres Makota, AKBP Asfuri SIK MH, lewat Kasatreskrim AKP Ambuka Yudha Hardi Putra menyebut tiga tersangka ini, merupakan buruan polisi sejak lama.

“Mereka ini penjahat di berbagai lokasi di Jatim, Jateng, Bali dan Kalimantan. Mereka juga pelaku pencurian uang nasabah di Jalan Bandung Kota Malang dengan modus gembos ban,” kata Ambuka, Sabtu (13/1/2017) kepada wartawan.

Disebutkan, polisi yang menyergapnya terpaksa diberi hadiah timah panas karena melawan saat hendak ditangkap. Setelah diperiksa, mereka pelaku pencurian modus pecah kaca mobil. Komplotan ini, mengaku bertanggungjawab atas kejadian beberapa tahun lalu, saat uang Rp 400 juta amblas dari dalam mobil di Jalan Yulius Usman.

“Informasi terbaru dari penyidik, mereka mengaku terlibat dalam pencurian modus pecah kaca di Yulius Usman senilai Rp 400 juta,” tambah Ambuka.
 
Terakhir mereka beraksi di Jalan Bandung yang menyikat sekitar  Rp 245 Juta. Saa itu mereka mengintai Kholiq Mukhtar, warga Perum Villa Bukit Tidar, korbannya yang mengambil uang di BCA Rampal.

Setelah itu, dua tersangka lain, mempersiapkan paku payung untuk disebarkan di jalan yang dilewati mobil yang ditumpangi Kholiq. Saat melintas di Jalan Bandung, satu tersangka, memanggil Kholiq dan berteriak bahwa ban mobilnya kempes. Upaya ini adalah pengalihan perhatian korban.

Begitu Kholiq membuka pintu, pelaku lain yang sudah menguntit sejak dari bank, segera mengambil tas berisi uang.

“Mereka ini tidak segan memakai kekerasan untuk melaksanakan tindak kejahatannya. Karena, saat penangkapan di Solo, mereka

Berita Terkait

Baca Juga