Pembuang Bayi Terungkap, Kata Pelakunya Hasil Diperkosa

  • 2018-01-13penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :612
Pembuang Bayi Terungkap, Kata Pelakunya Hasil Diperkosa WCC dan para aktivisnya saat bertemu dengan media di Malang.

MALANG – Pembuang bayi di Jalan Joyo Tambaksari, Malang terungkap. Ia adalah berinisal UYR, 23 tahun. Women’s Crisis Center (WCC) Dian Mutiara, bahkan meyakinkan jika UYR telah ditetapkan sebagai tersangka. Karenanya kini WCC bersiap mendampingi ibu banyi ini dalam menghadapi proses hukum.

Disebutkan begitu lantaran ibu bayi ini mengaku jika anak yang dilahirkan itu adalah korban perkosaan. Ini yang akhirnya mendorongnya WCC untuk melakukan advokasi terhadap kasus ini.

“WCC komitmen percaya kepada korban, apakah dia diperkosa satu kali atau dua kali, yang jelas UYR melakukan perlawanan ketika diperkosa,” kata Wahyu sapaan akrabnya,

kepada media, Sabtu (13/1/2018).

Menurut Wahyu, pihaknya tak hanya memberi pendampingan hukum selama proses penyidikan lanjutan berjalan, pihaknya juga siap mengadvokasi UYR secara psiko sosial selama menjalani proses hukum.

Keterangan berbeda disampaikan oleh Polres Makota. Setelah memastikan UYR, 23 tahun mahasiswi Fakultas Ilmu Administrasi sebuah PTN ini sebagai tersangka pembuangan bayi, dibeberkan hasil penyidikan sementara. Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra mengatakan UYR tidak diperkosa.


 “UYR tidak diperkosa, tapi atas dasar suka sama suka. Dia melakukan hubungan dengan pacarnya, berinisial EO, dilakukan di Surabaya kurang lebih 9 bulan lalu,” kata Ambuka tegas.

Dia menyebut keterangan tersangka sering berubah. Setelah diperiksa di Polsek Lowokwaru dan mengaku diperkosa, UYR diboyong ke UPPA Polres Makota. Hasil lidik di Lowokwaru, UYR masih mengaku diperkosa. Namun, setelah proses penyidikan di UPPA, tersangka akhirnya mengakui bahwa yang menghamilinya adalah sang pacar.

Hanya saja, setelah tahu UYR berbadan dua, EO yang dimintai pertanggungjawaban tidak mengakui bahwa dia sudah menghamili UYR. Pria ini juga menyangkal bahwa jabang bayi dalam kandungan UYR adalah anaknya. Ambuka masih terus mendalami keterangan dari UYR dalam proses penyidikan.

“Apakah akan memanggil EO sebagai saksi? Mungkin saja, sesuai dengan perkembangan dan pendalaman penyidikan tentunya,” tegas Ambuka.

Mantan Kasatresnarkoba Polres Banyuwangi itu menyebut pasal yang kini dijeratkan kepada UYR adalah 341 KUHP tentang pembuangan bayi oleh ibu kandung. Ancam hukumannya penjara paling lama tujuh tahun.

“Hasil autopsi belum keluar, apakah bayinya meninggal saat dilahirkan, meninggal setelah dilahirkan, atau malah masih hidup saat dibuang oleh ibunya ke selokan,” kata Ambuka.

Contohnya, hasil autopsi yang menentukan  penyebab kematian, antara lain paru-paru jenazah. Jika sampai ada air dalam paru-paru dalam jumlah besar, maka bayi dilempar ke dalam selokan dalam keadaan hidup dan mati

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga