Diduga Makan Jajanan Rasa-rasa, 28 Siswa SDN 3 Ngabab Pujon Keracunan

Diduga Makan Jajanan Rasa-rasa, 28 Siswa SDN 3 Ngabab Pujon Keracunan Sekitar 28 Siswa SDN 3 Ngabab, Pujon, Kabupaten Malang sedang di rawat di Puskesmas, diduga karena keracuanan jajanan rasa-rasa.(dicky)

MALANG- Sedikitnya 28 siswa SDN 3 Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Senin pagi (15/1/2018) harus dilarikan ke Puskesmas Pujon karena diduga keracunan makanan. Mereka merasakan mual, pusing setelah mengonsumsi makanan yang diberikan perasa.
          
Karena begitu banyak siswa yang dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas yang jaraknya sekitar tujuh kilometer dari sekolah mereka, Puskesmas pun menggunakan ruangan rawat inap untuk menampung siswa.

Tidak jelas mengapa mereka mendadak merasakan hal yang sama. Ada dugaan para siswa ini keracunan jajanan sekolah yang dijual oleh IS, 40, warga Kecamatan Pujon.

Setelah mendapatkan perawatan medis,

10 anak masih dirawat di Puskesmas karena kondisinya masih lemas. Sedangkan sisanya 16 anak sudah diperbolehkan pulang dan dua anak lainnya, masih dicari keberadaannya dikarenakan dilarikan ke instalasi kesehatan lainnya.  
           
“Anak-anak ini jajan sebelum masuk sekolah. Mungkin efek dari memakan itu, mereka rasakan mual dan pusing saat sebelum upacara bubar. Saat itu dua siswa mengeluh badannya panas, pusing, perut mual dan muntah,” ujar Sri Wahyuni, guru kelas 6.

Setelah itu berturut-turut siswa lainnya mengeluhkan rasa yang sama. Dari keterangan para siswa, muntahan mereka berwarna sama dengan serbuk makanan yang mereka makan sebelumnya.

 “Ada yang melihat diantara muntahan itu warna merah, apakah itu darah atau yang lain kita tidak tahu,” terangnya.
 
“Saya beli Tela-tela, terus minta dikasih serbuk bumbu rasa balado dan yang pedas-pedas,” ujar Agarta salah satu siswa yang juga mendapatkan perawatan di Puskesmas.

Ia menyebutkan makanan itulah yang dikonsumsi sebelum merasakan pusing dan mual.

Kasat Reskrim AKP Anton Widodo yang menerima informasi ini segera melakukan penyelidikan. Pihaknya mengaku sudah meminta keterangan terhadap Is, penjual makanan yang diduga penyebab para siswa itu keracunan. Is penjual makanan keliling ini, baru pertama kali berjualan di SDN 3 Ngabab.

Is menjual beberapa jenis jajanan, yakni pisang coklat gulung (tidak diberi serbuk perasa). Sementara tiga jenis makanan lainnya yakni macaroni, tela-tela dan pangsit goreng diberikan perasa yakni rasa jagung bakar, rasa jagung manis dan rasa balado.

“Korbannya umumnya merasakan merasakan mual dan muntah. Karena jumlah makin banyak, guru mereka membawa ke Puskesmas. Beberapa siswa kondisinya sudah membaik dan diperbolehkan pulang,” ujarnya.

Selain itu Anto mengaku juga sudah mengamankan barang bukti, berupa sisa serbuk perasa dan makanan. Termasuk telah mengambil sampel muntahan korban untuk diperiksa di laburatorium.

''Sampel makanan

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga