Hujan Dua Bangunan Di DAS Brantas Longsor | Klikapa.com - Portal Berita Terkini

Hujan Dua Bangunan Di DAS Brantas Longsor

Hujan Dua Bangunan Di DAS Brantas Longsor longsor di Jalan BS Riadi Gg 13 RT01 RW06 Kelurahan Oro-oro Dowo,Jumat (19/1/2018).(firman)

MALANG – Hujan deras yang mengguyur  Kota Malang mengakibatkan longsor dan banjir di sejumlah tempat. Pertama terjadi longsor di Jalan BS Riadi Gg 13 RT01 RW06 Kelurahan Oro-oro Dowo dan  Jalan KresnaRT03 RW01, Kelurahan Polehan, Kota Malang. Lalu banjir di kawasan Galunggung tepatnya di Kampung Klaseman Kelurahan Karang Besuki.

Di Jalan BS Riadi, ada satu dapur milik warga yang ambrol. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, jumlah kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan cukup banyak. Karena karena selain plengsengan yang salah satu dapur rumah warga juga  ambrol.

Peristiwa dapur ambrol itu

sendiri sempat terekam kamera warga yang sempat melihat. Dimana dapur yang semula kondisinya sudah menggantung akibat tanah longsor, tiba-tiba runtuh. Kejadian itu terlihat sangat dramatis. Terlebih, dari rekaman video juga terdengar beberapa orang berteriak.

Anggota TRC BPBD Kota Malang yang mengetahui kejadian tersebut seketika bergerak, dan melakukan penanganan. Untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa, petugas langsung memasang garis kuning di area yang ambrol. Dengan tujuan, agar tidak ada orang berlalulalang di area tersebut.

Kepala BPBD Kota Malang J Hartono menyebutkan, dapur ambrol di Jalan BS Riadi terjadi pukul 03.30. Ambrolnya dapur ini diawali dari intensitas hujan yang cukup tinggi. ”Kemarin (Kamis,18/1/2018) hujan sejak siang, sempat reda tapi malam harinya kembali hujan,’’ katanya.

Akibat hujan yang terus menguyur, membuat debit air di Sungai Brantas pun naik. Derasnya arus sungai mengikis bangunan plengsengan. Ambrolnya plengsengan pun berdampak pada bangunan di atasnya.

”Di atas bangunan plengsengan itu ada dapur rumah warga. Satu ambrol, akibat longsornya plengsengan, dan dua lainnya sampai saat ini kondisinya menggantung,’’ tambahnya.

Namun demikian, Hartono mengatakan untuk mengantisipasi terjadi longsor susulan, pihaknya pun meminta para penghuni rumah yang dapurnya ambrol mengungsi. Apalagi kondisi debit air sungai juga tak kunjung surut.

”Ada tujuh anggota keluarga yang tinggal di tiga rumah ini mengungsi. Mencari yang aman, karena takut ada longsor susulan,’’ tambahnya.

Dapur ambrol juga terjadi di Jalan BS Riadi, belakang SMP Muhammadiyah Kota Malang. Air sungai Brantas yang tinggi tak hanya meruntuhkan bangunan dapur, tapi juga menghanyutkan seluruh perabotan dapur yang ada di situ.

”Sekitar pukul 10.30 kemudian juga ada longsor tidak jauh dari TKP pertama. Dan langsung kami lakukan penanganan. Kami juga meminta penghuni rumah yang dapurnya ambrol untuk mengantisipasi terjadi longsor susulan,’’ kata Hartono.

Tanah longsor juga terjadi

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga