Mengaku Disuruh, Palsukan KK dan KTP untuk Gelapkan Motor | Klikapa.com - Portal Berita Terkini

Mengaku Disuruh, Palsukan KK dan KTP untuk Gelapkan Motor

Mengaku Disuruh, Palsukan KK dan KTP untuk Gelapkan Motor Sutedjo menggelapkan motor milik dealer dengan menggunakan KTP dan KK yang datanya sudah dipalsukan. (dicky bisinglasi)

BATU-Mengaku disuruh oleh orang lain, Sukadi alias Sutedjo, 52, warga Jalan Agus Salim , Kecamatan/Kota Batu ini menggelapkan sebuah motor Honda Vario 150, N 3134 KE yang ia kredit di Dealer Kartikasari Putra, Dinoyo, Malang.

Penggelapan motor ini direncanakan dengan seksama, karena ia memalsukan keterangan dalam Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dipergunakannya sebagai syarat administrasi pengambilan kredit motor pada dealer ini.

Kasus ini terungkap, setelah Sutedjo tidak membayar angsuran motor Honda Vario miliknya. Saat ditagih di alamat yang tertera dalam Kartu Keluarga (KK) dan KTPnya, ternyata diketahui bahwa

alamat tersebut palsu.

Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke Polres Batu, polisi menindaklanjuti laporan ini dan berhasil menemukan alamat asli dan rumah Sutedjo yang berada di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu.

"Yang bersangkutan kredit mengambil sebuah motor Honda Vario. Sebagai syarat administrasi, identitas KTP dan KK yang dipergunakannya dipalsu terlebih dahulu oleh tersangka, setelah membayar uang muka Rp 4 juta, tersangka pun menghilang," ujar Wakapolres Batu, Kompol Nurmala.

Menurut dia, tersangka memanfaatkan kesempatan promo yang dilakukan oleh dealer, yakni program one day service tanpa survei. Cukup berdasarkan pada KTP dan KK yang ditunjukkan, dealer pun mengirimkan motor yang dipesan tersangka.

Sebelum datang ke dealer, tersangka terlebih dahulu menscan KK dan KTP, kemudian ia mengganti data pada KK dan KTP tersebut, kemudian mencetaknya. Setelah siap, ia pun berangkat ke dealer dan membeli motor yang dikehendaki.

Tersangka mengaku melakukan perbuatan jahat tersebut karena ada yang menyuruhnya.

"Saya disuruh," ujar laki-laki kelahiran Bantur ini singkat tanpa menyebutkan siapa yang menyuruhnya melakukan aksi kejahatan seperti itu. 

Motor yang digelapkannya tersebut sudah laku dijualnya dengan harga yang sangat murah yakni Rp 5 juta, artinya ia hanya 'mengambil untung' dari kejahatannya tersebut hanya Rp 1 juta saja.

Akibat perbuatannya ini, tersangka harus mendekam di penjara Mapolres Batu. Ia dijerat pasal 263 ayat 1 KUHP dan Pasal 35 UU RI No 42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia, dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya 6 tahun dan atau paling lama 5 tahun. (dan/mar)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga