Kasus Pelecehan Pancasila Mendapat Perhatian UKPPIP,

  • 2018-01-26 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1560
Kasus Pelecehan Pancasila Mendapat Perhatian UKPPIP, Ketua Deputi Advokasi UKPPIP, Prof. Dr. Hariyono, MPd dan Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung ketika bertemu dengan VAM di Polres Malang

MALANG- Kasus pelecehan Pancasila oleh VAM, remaja berusia 14 tahun asal Desa Tegalsari, Kepanjen, Kabupaten Malang mendapat perhatian Ketua Deputi Advokasi UKP PIP, Prof. Dr. Hariyono, MPd. Mengunjungi Polres Malang sekaligus menemui remaja pengunggah sila-sila Pancasila buatannya di FB itu, Jumat (26/1/2018).

Hariyono sempat bertanya-tanya kepada VAM dan kepada petugas Polres Malang dalam menangani kasusnya. Keputusan polisi untuk memberikan pembinaan kepada VAM, mendapat apresisasi dari UKP PIP. Karena tidak semuanya harus diproses hukum, melakukan dilakukan pembinaan.

“Sebagai Ketua Deputi sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Polres Malang dengan cepat, bijak dan manusiawi,” kata Hariyono.

“Sehingga anak yang bersangkutan, tidak merasa ketakutan. Justru merasa dibina dan dia bisa kembali ke posisi sebagai warga negara yang baik. Dan langkah yang dilakukan Polres Malang ini, bisa menjadi rule model Kepolisian Republik Indonesia,” sambungnya.

Diakuinya, pengaruh media sosial sangat luar biasa pada anak-anak. Mengantisipasi terulangnya pelecehan Pancasila atau simbol negara seperti ini, Deputi Advokasi UKP PIP telah melakukan beberapa langkah. Pertama melakukan langkah promotif.

Mengajak beberapa orang yang aktif di Medsos, menjadikan Pancasila sebagai energi positif. Salah satunya adalah mengunggah nilai-nilai positif seperti tentang prestasi seseorang.

Kemudian melakukan langkah preventif, mengajak penggiat Medsos mencegah hal-hal atau pikiran dan berita yang bersifat negatif.  “Langkah preventif ini, kami telah kerjasamakan dengan lembaga lain,” tambahnya.

Sementara Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menyebut penanganan kasus pelecehan Pancasila ini, berawal dari Patroli Cyber yang dilakukan anggota menemukan ada salah satu akun yang merubah butir Pancasila, pada Minggu 21 Januari lalu.

Kasus inipun segera menjadi viral. Polisi mengambil langkah untuk menyelidiki dan berhasil mengamankan VAM, pemilik akun yang mengubah lima butir Pancasila. Meski tidak ada niatan untuk menciderai, tetapi apa yang dilakukan VAM dinilai tidak etis.

Namun atas pertimbangan VAM masih anak-anak, putus sekolah, ibunya sudah meninggal dunia dan

Berita Terkait

Baca Juga