Selamat Tinggal untuk Sang Juara Bertahan

Selamat Tinggal untuk Sang Juara Bertahan

tidak masuk," tegasnya.

Dari fakta tersebut, dia menilai jika timnya kalah mental dari Sriwijaya FC. Sempat mengimbangi di babak pertama, akhirnya mental Arema jatuh di babak kedua.

"Secara kualitas, kami tidak kalah dalam laga tadi. Hanya, pemain kami kalah kematangan dan kalah mental," tambah dia.

Rahmad Darmawan, juru racik Sriwijaya FC pun mngakui,kesulitan melawan Arema yang bermain komplek. Permainan disiplin di belakang dan melakukan serangan dengan cepat di babak pertama, membuat timnya beberapa kali melakukan kesalahan.

"Kesalahan di tengah di babak pertama dan Arema tampaknya sudah siap melawan tim kami. Kami sedikit lambat merespon, karena baru mengubah strategi di babak kedua," paparnya.

RD menilai Arema sempat turun dengan tempo tinggi pula. Hal itu membuat dia lega di akhir laga karena timnya ternyata berhasil memenangkan pertandingan.

"Apresiasi untuk pemain yang bisa menjalankan perubahan dan berjuang luar biasa," ungkap dia.

Sementara itu, Arema sendiri harus memberikan kekecewaan pada Aremania, yang total memberikan dukungan untuk Arema. Sejak babak penyisihan, pendukung Singo Edan ini terhitung antusias hadir di stadion mendukung Arema. 

Bahkan, di Manahan pun dukungan Aremania penuh totalitas. Lebih dari 15 ribu Aremania, hadir di markas Persis Solo itu. Dari data Panpel 21.500 penonton memenuhi stadion dengan dominasi Aremania. Jumlah tersebut, lebih tinggi dibanding laga Persebaya melawan PSMS Medan, saat laga perempat final hari pertama di angka 20 ribu penonton.(ley/ary)

Berita Terkait

Baca Juga