Aremania Ragukan Pemain Asing Singo Edan

Aremania Ragukan Pemain Asing Singo Edan Salah satu skuat asing Arema FC, Rodrigo Ost yang mendapat kritikan Aremania.

MALANG - Kekecewaan masih melekat di Aremania. Menyusul kegagalan Arema FC  di gelaran Piala Presiden 2018. Alhasil, mereka mulai meragukan beberapa pemain Arema FC, terutama kualitas pemain asing yang dianggap masih kalah dengan klub lain peserta Liga 1.

"Kalau melihat pertandingan Arema melawan Sriwijaya FC, terlihat sekali bagaimana kualitas pemain Arema. Tanpa Thiago (Thiago Furtuoso) dan Arthur (Arthur Cunha), Arema benar-benar kehilangan kekuatannya," ujar Risdianto, Aremania Kebonagung, Selasa (6/2/2018).

Menurutnya, pemain asing yang absen terlihat mempengaruhi permainan Arema. Sementara, dua pemain tersisa yakni Ahmet Atayev dan Rodrigo Ost, tidak bisa maksimal membantu tim Singo Edan.

"Sebenarnya sejak lawan Bhayangkara FC, terlihat bagaimana Arema kalah kelas, terutama untuk pemain asing. Sekarang sepertinya yang jadi pekerjaan rumah, kebutuhan Arema akan playmaker. Rodrigo Ost sepertinya kurang bisa memerankan tugasnya sebagai pengatur serangan," papar pria yang juga menyaksikan pertandingan ke Stadion Manahan Solo itu.

Dia berharap pelatih dan manajemen Arema bisa melakukan evaluasi untuk pemain asing. Bahkan, dia menyebut mantan pemain Arema seperti Marcio Teruel dan Felipe Bertoldo lebih bagus secara kualitas sebagai seorang pengatur serangan.  

"Ya mungkin kami hanya bisa bersuara saja. Tetapi, pertandingan di Piala Presiden sudah bisa jadi patokan," tambahnya.

Hal yang sama diakui oleh Firda Sheilajaya. Aremania asal Singosari ini belum melihat keistimewaan pengatur serangan Arema. "Kalau secara kualitas tim keseluruhan, sudah bagus. Tinggal butuh pengatur serangan. Mungkin Rodrigo kurang adaptasi, tetapi kalau terlalu lama, ya tidak bagus juga," sebut dia.

Rodrigo tampaknya mulai menjadi pusat perhatian bagi Aremania. Didatangkan dengan ekspektasi tinggi, termasuk oleh Aremania, dalam dua pertandingan terakhir pemain asal Brasil itu justru tampil di bawah performa. Rodrigo selalu diganti di babak kedua, saat melawan Bhayangkara FC dan Sriwijaya FC.

Hal tersebut, membuat posisi eks pemain Mitra Kukar itu bisa terancam. Sebab, tuntutan tinggi dari

Berita Terkait

Baca Juga