Diperiksa KPK Anggota Dewan 'Paduan Suara', Diam

Diperiksa KPK Anggota Dewan 'Paduan Suara', Diam (dari Kanan) Ribut (Baju warna putih), Salamet dan Teguh Mulyono bergegas menuju mobil yang menjemputnya.

BATU- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan pemeriksaan sejumlah anggota dewan Kota Malang di Kota Batu. Namun sejumlah anggota dewan yang diperiksa itu, hampir semuanya menghindari wartawan.

Anggota dewan ini menghidari wartawan dan memanfaatkan banyak pintu (lima pintu) yang ada di Mapolres Batu. Mereka juga sengaja tidak memarkir kendaraan di dalam Mapolres. Sehingga ketika datang dan pulang setelah diperiksa, nyaris luput dari pantauan wartawan.

Seperti Indra Tjahjono mengendarai mobil Panther. Ada juga anggota dewan yang datang secara berombongan, seperti Erni Farida, Ribut Harianto, Teguh Mulyono dan Salamet. Mereka meninggalkan Mapolres Batu terburu-buru

dengan menaiki mobil warna hitam.

Dari sekian saksi yang diperiksa, hanya ada satu yang berhasil dicegat oleh awak media. Yaitu Asia Iriani SE. Tapi anggota fraksi PPP ini hemat bicara.

“Tidak ada pertanyaan yang mengarah kepada Wali Kota (Moch Anton). Sudah ya, maaf saya buru-buru,” ujarnya sambil menutup pintu mobil.
 
Di antara sejumlah saksi yang diperiksa Selasa (6/2/2018) terlihat Dr. Yaqub Ananda Gudban yang juga salah satu calon wali kota. Nanda, panggilan akrab anggota DPRD ini datang menggunakan mobil warna hitam sekitar pukul 09.00.

Mobil ini melesat cepat masuk ke dalam halaman Mapolres Batu. Tidak melalui pintu depan, namun masuk melalui pintu samping sisi selatan yang selama ini dipergunakan untuk ruangan perkantoran Satlantas Polres Batu.

Begitu Nanda masuk ruangan, mobilnya meninggalkan Mapolres. Nanda baru meninggalkan Mapolres sekitar pukul 11.00, itu pun tidak ada media yang mengetahui Nanda sudah meninggalkan lokasi pemeriksaan.

Meski demikian, perempuan cantik ini melayani wawancara wartawan melalui telepon. Ia bahkan mengirimkan rilis kepada sejumlah media untuk menjelaskan pemeriksaan yang baru dilaluinya.

“Sebagai warga negara yang taat pada hukum, saya hadir memenuhi panggilan KPK sebagai saksi,” papar Nanda.

Menurutnya, selain dirinya, ada 43 anggota DPRD lain yang dimintai keterangan oleh penyidik KPK. “Tadi selesai pemeriksaan sekitar pukul 11 siang,” katanya.

Dalam pemeriksaan itu disebutkan, penyidik KPK menanyakan dua pertanyaan tentang proses Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (PAPBD) tahun 2015.

“Hanya dua pertanyaan, terkait dengan proses APBDP, tidak ada pertanyaan soal Pokir (Pokok Pikiran),” paparnya.

Ia menjelaskan bahwa pertanyaan penyidik KPK tidak beda dengan pertanyaan yang dilontarkan pada pemeriksaan sebelumnya.

“Tidak ada yang berbeda, cuma dua pertanyaan seperti kemarin-kemarin, nampaknya hanya penegasan kembali,” ujarnya.

Anggota dewan itu diperiksa terkait kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh mantan Ketua DPRD Kota Malang,

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga