Jaringan Narkoba Asal Pasuruhan Juga Dilumpuhkan

  • 2018-02-09 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :406
Jaringan Narkoba Asal Pasuruhan Juga Dilumpuhkan : Kasatresnarkoba Polres Makota AKP Samsul Hidayat saat menunjukkan barang bukti ungkap narkoba jaringan Pasuruan.

MALANG – Jaringan pengedar narkotika jenis sabu asal Pasuruan dibekuk Satresnarkoba Polres Makota. Tiga orang diringkus sejak awal Februari lalu, satu tersangka asal Malang dan tiga lainnya asal Kabupaten Pasuruan. Mereka kini dalam pemeriksaan intensi di Polres Makota.

Tiga tersangka itu adalah inisial RA alias Pipin, 35, warga Jalan Simpang Patimura RT 08 RW 03 Klojen, HDR, 35, warga desa Pandean RT 01 RW 01 Rembang Kabupaten Pasuruan dan WNT, 44, warga dusun Jabon RT 04 RW 07 Jogosari Pandaan Kabupaten Pasuruan.

Kasatresnarkoba Polres Makota, AKP Samsul Hidayat merinci, penangkapan tiga tersangka

ini berawal dari info potensi transaksi narkoba di kawasan Bunul dan Polehan.

“Dari informasi dari masyarakat, Polres Makota mengendus adanya potensi transaksi narkotika jenis sabu, sehingga kita turunkan tim untuk penyelidikan. Benar, ada transaksi narkoba di kawasan Bunul. Sabtu 3 Februari pukul 03.00 WIB, kami menangkap inisial RA di Bunul,” kata Samsul kepada wartawan.

RA terciduk di tepi Jalan Hamid Rusdi dan membawa 0,6 gram sabu-sabu yang dibeli dari HDR dengan harga Rp 750 ribu. Polisi lalu mengejar HDR yang ternyata berada di Jalan Bengawan Solo, yang tidak jauh dari lokasi Jalan Hamid Rusdi.

HDR ditangkap dengan barang bukti 1 plastik klip berisi 0,26 gram sabu serta satu pipet kaca dengan sisa sabu.

“Kami tidak berhenti sampai di situ. Pengembangan selanjutnya memunculkan nama W. Kami kejar petunjuk penyelidikan hingga ke Pasuruan dan menangkap tersangka di rumahnya. Kami menyita uang tunai Rp 1,1 juta dari tersangka serta satu pipet kaca berisi sisa sabu,” sambung mantan Kasatresnarkoba Polres Malang itu.

Polisi juga menyita beberapa barang bukti lain seperti timbangan digita, satu buah hape Nokia, satu hape Oppo putih dan satu hape Samsung hitam. Dari hasil penyidikan sementara, RA dikenai pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 karena diduga menjadi kurir. HDR dan WNT dikenai pasal pengedar 114 dan atau 112 UU RI nomor 35 tahun 2009.  

“Penyidikan masih berlanjut, suplai narkoba para tersangka ini diduga berasal dari dalam lembaga pemasyarakatan Lowokwaru,” tutup Samsul.(fin/jon)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga