Surga Tersembunyi di Jabung

  • 2018-02-10 penulis : kerisdianto
  • Editor :Rista
  • dibaca :3960
Surga Tersembunyi di Jabung Salah satu spot swafoto menanatang yang disediakan dengan latar pemandangan hutan dan alam.

Lelah? Pasti! Indah? Sangat! Kalau anda tidak percaya, silakan coba rasakan sendiri sensasinya. Itulah gambaran perjalanan menuju Coban Jodo, surga tersembunyi di Kecamatan Jabung. 

Perjalanan menuju coban Jodo ibarat perjalanan mencari sebuah harta karun terpendam. Jalannya sempit, terjal, licin, basah, berbatu, susur sungai adalah hal-hal yang harus dilalui untuk sampai ke Coban Jodo. Namun semua rasa lelah itu akan hilang seketika saat keindahan coban sudah ada di depan mata.

Keindahan tersebut dapat memanjakan mata dan membuat takjub. Karena salah satu tempat wisata yang berada di Dusun Bendolawang, Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang ini baru dibuka menjadi tempat wisata akhir 2016 lalu, akses menuju coban masih sangat asri. Begitu juga dengan trek yang ekstrim menjadi tantangan tersendiri pagi pecinta trek berat.

Perjalanan dan pengamalan plesir tak terlupakan di salah satu destinasi Kabupaten Malang itu diceritakan dengan seru oleh Gunawan dan Firdaus Zetira. Mereka adalah teman dekat asal Malang yang suka menghabiskan waktu liburnya untuk mengarungi keindahan alam serta mengabadikan beberapa momen plesirnya.

Dijelaskan Gunawan, untuk menuju ke lokasi tempat wisata Coban Jodo, ia harus berjalan dari tempat parkir sekitar 1,5 km.

"Memang cukup jauh dan perjalanan bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 60 menit. Itu waktu normal tanpa banyak istirahat atau sering-sering berhenti untuk memotret," ujar Gunawan kepada Malang Post (induk Klikapa.com).

Awal perjalanan, lanjutnya, pengunjung akan menyusuri jalan menurun dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Dimana jalan setapak sempit yang harus diarungi menyuguhkan pemandangan alam yang asri.

"Di sisi kiri kanan jalan setapak kita akan disuguhi ladang kubis milik warga yang segar. Dan pastikan pasang telinga dengan baik, karena di awal perjalanan kita sudah bisa mendengar suara deburan air terjun. Jika tidak, kemungkinan besar anda salah jalan," bebernya sembari tersenyum.

Lebih lanjut diceritakan oleh

Berita Terkait

Baca Juga