Disergap Tim Saber Pungli, Kades Kalisongo juga Disangka Kasus Pemalsuan Tanda Tangan

  • 2018-02-16 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :548
Disergap Tim Saber Pungli, Kades Kalisongo juga Disangka Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Kepala Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Siswanto, dengan barang bukti hasil Pungli, saat digelar oleh Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.

MALANG – Kepala Desa Kalisongo, Kabupaten Malang, Siswanto, yang tertangkap operasi tangkap tangan (OTT) Saber Pungli, Rabu (14/22018) ternyata tidak hanya terkait pungli saja. Pria berusia 48 tahun ini, juga didugaan terlibat pemalsuan tanda tangan.

Di bulan November 2017 lalu, Siswanto, pernah diperkarakan ke Mapolres Malang. Ia dilaporkan oleh SP, warga Surabaya dengan tuduhan pemalsuan tanda tangan. Pemalsuan itu untuk kepentingan pengurusan surat Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT), Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan izin gangguan (HO).

Motifnya kala itu, terkait uang. Bahkan, dalam pemalsuan itu, Inspektorat Kabupaten Malang, telah melakukan pembinaan terhadapnya. Tetapi Siswanto tetap saja tidak kapok dan bahkan masih meminta uang kepada SP. Belum lepas dari kasus ini, yang bersangkutan tangkap tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli.

“Terkait dengan dugaan pemalsuan tanda tangan, proses penyelidikannya tetap jalan. Sudah ada beberapa saksi yang telah dimintai keterangan oleh penyidik Reskrim Polres Malang. Tentu, kasusnya nanti terpisah dengan masalah tertangkap tangan melakukan Pungli ini,” jelas Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.

Sementara, terkait dengan OTT, penyidik Tim Saber Pungli telah menetapkan Siswanto sebagai tersangka. Penetapannya setelah penyidik melakukan pemeriksaan secara marathon.

Siswanto terbukti melakukan Pungli terhadap korban SP, atas pengurusan IPPT, IMB serta HO lahan seluas sekitar 2 hektare di Desa Kalisongo, Dau.

Dalam pengurusan surat izin tersebut, Siswanto telah meminta uang sebesar Rp 140 juta kepada SP, sejak tahun 2017 lalu. Pembayarannya dilakukan secara bertahap. Termin pertama dan kedua, Siswanto telah menerima uang masing-masing sebesar Rp 10 juta, kepada SP, pada tahun 2017 lalu.

Kemudian pada saat menerima pembayaran termin ketiga sebesar Rp 7,5 juta, gabungan

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga