Satu dari Tiga Pelbobol Gedung TK PGRI Slorok, ternyata Rejama

  • 2018-02-16 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1744
Satu dari Tiga Pelbobol Gedung TK PGRI Slorok, ternyata Rejama Tersangka AFD, ketika dilimpahkan ke UPPA Polres Malang, karena usianya yang masih di bawah umur.

MALANG – Kasus pencurian di TK PGRI 01 Slorok, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, 17 November 2017 lalu, terungkap. Unit Reskrim Polsek Kromengan, berhasil menangkap satu dari tiga pelakunya. Tersangkanya masih di bawah umur. Yakni, AFD, 16, warga Jalan Raya Desa Jatikerto, Kromengan.

AFD, ditangkap di pinggir Jalan Raya Desa Slorok. Barang bukti yang diamankan sebuah obeng dan HP Samsung, yang dibeli dari hasil penjualan laptop. Sedangkan dua pelaku lainnya, hingga saat ini masih buron.

Karena usianya masih di bawah umur, usai menjalani pemeriksaan, AFD dilimpahkan ke UPPA Polres Malang.

“Dia (AFD) kami tangkap setelah ada bukti petunjuk. dia pelakunya. Ketika kami periksa, yang bersangkutan juga mengakuinya,” ungkap Kapolsek Kromengan, AKP Okta Panjaitan, Jumat (16/2/2018).

Pencurian yang dilakukan AFD cs ini, terjadi pada malam hari. Bersama dua temannya yang buron, ia masuk ke dalam halaman sekolah dengan memanjat pagar. Setelah itu, AFD bersama dua rekannya menuju ke ruang guru.

Berbekal sebuah obeng yang sudah dipersiapkan, tersangka mencongkel pintu ruang guru. Lantas membongkar etalase. Selanjutnya mengambil laptop dan uang sebesar Rp 250 ribu. Begitu mendapatkan barang yang diincar, mereka lalu kabur lewat jalan semula.

Laptop hasil curian, oleh tersangka dan dua temannya dijual. Uangnya kemudian dibagi bertiga. Hasil penjualan laptop tersebut, oleh tersangka AFD sebagian uangnya digunakan untuk membeli HP Samsung.

Sementara, terungkapnya aksi pencurian itu berawal dari laporan pihak sekolah. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan beberapa saksi. Setelah tiga bulan, akhirnya polisi berhasil menangkap AFD.

“Untuk laptop yang dicuri, masih kami selidiki karena dijual pada orang tak dikenal. Namun kami mendapat barang bukti penggantinya berupa HP dan sebuah obeng,” ujar Okta Panjaitan.(agp)

Berita Terkait

Baca Juga