Keputusan Melegakan dari Dokter Benjamin Chua

Keputusan Melegakan dari Dokter Benjamin Chua Dahlan Iskan saat dirawat di RS Medinah.(dok.di's way)

Lolos Dari Lubang Maut Aorta Dissection (6)

Tidak ada jalan lain. Tindakan harus segera dilakukan. Pecahnya pembuluh darah utama saya harus segera diatasi. Saya pun bertanya. Kapan dokter James Wong melakukan tindakan. Saya sudah siap. Baik skenario 1 maupun skenario 2.
James Wong terdiam sesaat. “Besok (hari Minggu) saya harus ke Myanmar sampai Selasa. Saya bisa lakukan Rabu,” ujarnya.

Bagi saya, demikian juga Robert Lai, teman baik saya itu. Rabu itu terlalu lama. Saya ingin dilakukan sesegera mungkin. Kalau perlu saat itu juga (Sabtu). Tapi CT scan khusus yang lebih detil masih harus dilakukan. Paling cepat hari Minggu besok.

Jadwal James Wong ke Myanmar gak bisa ditawar. Robert terpaksa menghubungi teman baik saya yang lain. Orang penting Singapura. Terpaksa.

Saya sebut dia mentor saya di banyak hal. Beliau sudah beberapa kali membantu saya keluar dari krisis. Beliau pun bergegas menjenguk saya di RS. Sambil menyalahkan mengapa tidak sejak awal menghubunginya.

Beliau pun telepon sana-sini. Akhirnya ditemukan ahli saluran darah terkemuka di Singapura. Namanya: Benjamin Chua. Prakteknya di Mount Elizabeth. Tapi berkat wibawa sang beliau, dokter Benjamin bersedia datang ke RS Mount Alvernia. Melakukan pemeriksaan. Dan memerintahkan dilakukan CT scan khusus keesokan harinya (Minggu).

Satu persatu beberapa bagian tubuh saya di scan. Otak, leher, dada atas, jantung, perut dan entah apalagi. Dua jam penuh saya menjalaninya di ruang CT Scan yang dingin. Serasa beku. Dari sinilah akan ditentukan nasib saya. Apakah harus menjalani operasi terbuka di leher. Untuk membuat bypass saluran darah ke otak kanan. Atau ada cara lain.

Siangnya dokter Benjamin melihat hasil CT Scan. Dia

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga