Inilah Sosok Curanmor dan Penadahnya di Wilayah Kabupaten Malang yang Ditangkap

  • 2018-02-19 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3175
Inilah Sosok Curanmor dan Penadahnya di Wilayah Kabupaten Malang yang Ditangkap Dua pelaku curanmor di wlayah Kabupaten Malang yang ditangkap polisi.

MALANG – Satreskrim Polres Malang, melibas jaringan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Empat orang pelakunya diringkus, sejak akhir pekan lalu. Dua tersangka pelaku utama dan dua pelaku lainnya merupakan penadah barang hasil kejahatan.

Mereka adalah Mashudi Mustofa, 45 dan Fathur Rosi, 24. Keduanya warga Dusun Gunung Pandak, Desa Kademangan, Pagelaran Kabupaten Malang. Dua orang ini, merupakan pelaku utama atau pemetik.

Sedangkan dua penadahnya adalah, Sulaiman, 55, warga Dusun Ngipik, Desa Kanigoro, Pagelaran, dan Tariyono, 46, warga Dusun Gunung Pandak, Desa Kademangan, Pagelaran, Kabupaten Malang.

“Mereka kami tangkap di rumahnya masing-masing. Barang bukti yang kami amankan, dua buah kunci T, tujuh unit sepeda motor serta dua mobil L300 dan Isuzu Panther,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, Senin (19/2/2018).

Menurut Ujung, ada sembilan TKP pencurian yang dilakukan Mashudi dan Fahur Rozi. Semuanya dilakukan di wilayah Kabupaten Malang. Selain di Kecamatan Wonosari, Bantur dan Turen, mereka kerap beraksi di wilayah Kepanjen. Terutama di sekitar Stadion Kanjuruhan.

Modus mereka, keliling mencari sasaran dengan berboncengan sepeda motor Honda Supra milik tersangka Mashudi. Mereka mencari kendaraan yang diparkir di pinggir jalan tanpa ada pemilik. Setelah mendapat incaran, dengan menggunakan kunci T, mereka mencuri motor ataupun mobil.

Barang hasil pencurian, dijual kepada Tariyono dan Sulaiman. Untuk sepeda motor antara Rp 800 ribu sampai Rp 1,5 juta, sedangkan mobil dijual Rp 6 juta.

Pengakuan Mashudi Mustofa, semua pencurian dilakukan bersama dengan Fathur Rosi. Uang hasil kejahatan, dibagi berdua dan habis digunakan untuk foya-foya.

“Uangnya saya gunakan bermain judi dingdong,” ujar Mashudi Mustofa, yang dibenarkan Fathur Rosi.

Sedangkan Sulaiman mengaku jika dirinya hanya makelar saja. Ia menawarkan mobil hasil kejahatan itu dari Taryono. Ia mengaku mendapat imbalan Rp 250 ribu jika laku. Sementara Taryono, mengatakan mendapat Rp 500 ribu dari Mashudi dan Fathur, jika bisa menjualkan

Berita Terkait

Baca Juga