Tak Tahan dengan Penyakitnya, Bapak Ini Pilih Gantung Diri

  • 2018-02-21 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1462
Tak Tahan dengan Penyakitnya, Bapak Ini Pilih Gantung Diri Petugas Puskesmas dan Polsek Wagir ketika mengevakuasi dan memeriksa tubuh korban untuk visum luar.

MALANG–Seorang warga Dusun Tenggulunan, Mendanlawangi, Wagir, Kabupaten Malang ditemukan tewas tergantung di kamarnya, Rabu (21/2/2018). Dia adalah Supa’i, 68, yang diduga sengaja bunuh diri.

Sebelumnya, warga sekitar mengaku jika Supa'i sering berniat mengakhiri hidupnya. Setidaknya sudah lima kali, dan selalu terselamatkan. Namun baru saat ini luput dari perhatian keluarga dan warga sekitar.

“Dari hasil olah TKP dan evakuasi di tubuhnya, tidak ditemukan ada bekas tanda kekerasan. Korban meninggal dunia murni karena bunuh diri,” jelas Kanitreskrim Polsek Wagir, Iptu Anwari Sidiq.

Informasi yang diperoleh, peristiwa diketahui sekitar pukul 11.30. Korban selama ini, diketahui mengidap sakit diabetes memang sering putus asa. Lantaran sudah sering berobat namun sakitnya tak kunjung sembuh.

“Sebelumnya sudah lima kali mencoba bunuh diri. Tetapi selalu gagal karena keluarganya selalu mengetahui,” terang Anwari setelah mengorek keterangan dari keluarga.

Saat kejadi, korban ditinggal di rumah sendirian. Anak-anaknya sedang pergi. Saat rumah sepi itulah dimanfaatkan korban untuk bunuh diri. Menggunakan kabel kipas angin yang diikat pada kusen jendela dan menjerat lehernya.

Ketika itu yang menemukan pertama kali Alfiyan Rohmatul, 22, anaknya. Saat itu ia datang dan langsung melihat ayahnya ke dalam kamar. Saat dilihat itulah, Alfiyan terkejut melihat tubuh ayahnya tewas tergantung.

Ia lantas berteriak minta tolong dan warga sekitar datang. Merasa meninggal tak wajar, warga lantas melapor ke perangkat desa dan Polsek Wagir.(agp/jon/mar)

Berita Terkait

Baca Juga