Berebut Kekuasaan di Unikama Tiga Mahasiswa Jadi Korban

Berebut Kekuasaan di Unikama Tiga Mahasiswa Jadi Korban Perebutan kekuasaan di Unikama memanas tiga orang mahasiswa menjadi korban,(dicky)

MALANG- Perebutan kekuasaan mengelola Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) makin meruncing. Selasa pagi tadi (27/2/2018), kubu Cristea Frisdiantara yang mengklaim sebagai Ketua PPLP-PT PGRI Unikama, kembali datang ke kampur dan membuka kantor yang disegel PGRI dan mahasiswa.

Bentrok antar-mahasiwa yang sama-sama mendukung pun sempat terjadi, karena kedua kobu juga mengerahkan mahasiswa sebagai pendukung mereka. Untuknya bentrok itu segera dilerai sehingga tidak ada yang menjadi korban.

Kedatangan Cristea itu dihadang Rektor Unikama, Dr Pieter Sahertian, karyawan, dosen dan sebagian besar mahasiswa yang sudah berjaga di depan kantor rektorat. Alhasil, ketengan terjadi. Saling adu mulut tak dielakkan.  

Terlebih Christea tidak sendirian. Dia bersama beberapa pengurus PPLP-PT PGRI yang dipimpinnya.

Bahkan, beberapa mahasiswa yang mengaku sebagai anggota Dewan Mahasiswa Unikama Anti Korupsi, juga berada di belakang Christea. Mereka berdemo di depan kantor rektorat. Suasana makin panas, ketika Christea mengambil mik dan meminta agar kantor PPLP-PT PGRI dibuka.

Christea minta Pieter meninggalkan ruangan dengan alasan sudah dipecat. Sedangkan Pieter ngotot bila Christea tak berhak memecat karena SK Kemenkumham yang dipegang cacat hukum. Apalagi saat ini masih dalam gugatan di PTUN Jakarta. Permintaannya masuk ruangan ditolak hingga berujung saling hujat antar keduanya.

“Pieter, anda pembohong,” teriak mantan anggota DPRD Kota Malang ini.

Tidak mau kalah, Pieter pun juga membalas. “Anda itu tidak sah. Anda pembohong. Anda telah membuat suasana gaduh di kampus,” balas Pieter.

Bentrokan nyaris terjadi, saat beberapa mahasiswa pendukung Christea hendak memaksa masuk gedung.

Mereka mendapat perlawanan dari dosen, sebagian besar mahasiswa, termasuk di antaranya karyawan perempuan.

“Ayo sini maju kalau berani,” kata salah satu karyawan ini sambil hendak turun meladeni mahasiswa pendemo.

Beruntung, beberapa petugas keamanan kampus melerai.

Namun bentrok tak bisa dihindari saat massa dua kubu berhadap-hadapan. Akibat, tiga mahasiswa menjadi korban.

“Saya menyayangkan peristiwa ini karena mahasiswa sudah diajak untuk ikut berpolemik,” kata

Berita Terkait

Baca Juga