Diduga Tergerus Kali, Satu Blok Roko Ambruk Saat Hujan Deras

Diduga Tergerus Kali, Satu Blok Roko  Ambruk Saat Hujan Deras Satu unit Ruko dari deretak blok ruko di Jalan Sukarno Hatta, Malang, ambruk tergerus arus kali,

MALANG-Hujan deras di Kota Malang Rabu (27/2/2018) sore mengakibatkan satu unit ruko di Jalan Soekarno-Hatta Indah ambruk. Satu unit ruko dari sederet ruko lainya itu, diduga karena ambles tanahnya.  Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Menurut Saiful Anwar, 33, salah seorang saksi, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 17.00. Awalnya yang ambrol bagian samping namun meremes ke seluruh bagian ruko.

"Awalnya, yang ambrol bagian samping ruko, ambles ke bawah," kata pria yang berprofesi sebagai tukang parkir ini.

Ambruknya ruko yang menimbulkan suara keras itu menjadikan para pengunjung Warnet yang satu blok ruko itu

berlarian mencari sumber suara.

"Para penghuni warnet kemudian turun. Kemudian, melihat bagian kamar mandi sudah bolong. Mereka kemudian lari keluar," imbuh dia.

Setelah penghuni warnet keluar, selang 2-3 menit kemudian, ruko langsung ambruk total.

"Ketika ambrol hujan sedang deras. Posisi ruko tepat berada di samping sungai. Pada saat hujan deras, aliran sungai setinggi lutut orang dewasa," kata dia.

Sementara itu, pemilik ruko, Abdul Manaf, 55, warga Sukun sedang tidak berada di tempat ketika kejadian.

"Ketika itu, saya sedang ada di rumah. Saya dikabari penyewa ruko dan langsung beranjak ke sini," beber dia.

Dia menuturkan, sebelumnya, tidak ada tanda-tanda keretakan. Bahkan, beberapa hari yang lalu, ia sempat membetulkan beberapa bagian yang bocor.

"Ketika itu, mengalami bocor biasa. Kami betulkan. Sekarang kondisi ruko sudah hancur total dan tidak bisa dipakai," lanjut dia.

Dia menambahkan, para penghuni ruko sudah keluar sebelum ruko ambrol. Sehingga tidak ada korban jiwa. Namun, beberapa barang yang ada di dalam ruko tersebut tidak berhasil diselamatkan, seperti komputer yang berjumlah sekitar 30 unit dan sebagainya.

"Kerugian sekitar Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar. Semua sudah hancur," tandas dia.

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga