Ada Penjualan Properti dan Mobil Avansa Hitam sebelum Mantan Wakapolda Sumut Terbunuh

  • 2018-03-01 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3508
Ada Penjualan Properti dan Mobil Avansa Hitam sebelum Mantan Wakapolda Sumut Terbunuh Tim Inafis Polres Makota membawa kembali barang bukti yang sempat diamankan untuk diperiksa tim Inafis Mabes Polri.

MALANG-Tewasnya mantan Wakapolda Sumut, purnawiran polisi Kombespol Agus Samad, 71, mengemuka sejumlah fakta baru. Sebelumnya, korban menjual sejumlah properti di Bali dan Banyuwangi. Serta adanya mobil jenis Toyota Avansa yang terekam CCTV sebelum korban ditemukan tak bernyawa di halaman rumahnya di Perumahan Bukit Dieng MB 9, Kota Malang.

Meski begitu, polisi belum memastikan apakah fakta baru itu bisa mengungkap tabir kematian korban. Terlebih pada saat kejadian, tidak ada saksi yang mengetahui secara langsung.

Agus Samad ditemukan tewas tergeletak di pelataran belakang rumahnya, Sabtu pagi (24/2/2018). Jenazahnya, dalam kondisi terikat tali rafia kedua

kakinya. Tangannya juga penuh sayatan. Di ruang makan ruang didapati genangan darah. Namun di jenazah korban tidak ada darah.

Sumber di polisi menyebutkan, korban sebelumnya telah menjual tanah di Banyuwangi seharga Rp 500 juta dan Rumah Makan Arimbi di Bali. Namun belum jelas apakah tewasnya korban ada kaitannya dengan ini.

“Belum ada titik korelasinya. Tapi, sebagian uang hasil penjualan tanah itu hilang,” ujar sumber yang enggan disebutkan jati dirinya itu.

Tak hanya itu, dalam lidik polisi juga diketahui ada mobil jenis Toyota Avansa warna hitam, terekam CCTV rumah dari blok sebelah. Mobil melintas di area TKP, Jumat (23/2/2018), sekitar pukul 22.00.

Kapolres Makota, AKBP Asfuri tidak menampik ada penemuan ini. Namun ia belum mau mengungkap lebih rinci.

“Benar, tapi waktu kita lihat rekaman CCTV agak jauh, jadi tidak terlihat plat nomornya,” katanya kepada wartawan.

Menurut dia, pihaknya masih berupaya melakukan penelitian ulang TKP.

Sampai Kamis siang tadi, penyidik forensik Mabes Polri, Polres Makota dan anggota Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, masih melakukan penelitian di TKP. Mereka baru meninggalkan lokasi pukul 17.00.

Direskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Agung Yudha Wibowo, hanya memberi keterangan normatif. “Semua informasi soal penyidikan adalah konsumsi penyidik, mohon doanya saja, agar segera terungkap,” paparnya. (fin/mar)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga