Ini Fakta Baru dari Kematian Mantan Wakapolda Sumut

  • 2018-03-03 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2255
Ini Fakta Baru dari Kematian Mantan Wakapolda Sumut Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera,

MALANG- Polisi menemukan fakta penyebab kematian mantan Wakapolda Sumatra Utara, purnawiran Kombes Pol Agus Samad, 71, karena rusaknya jantung. Kerusakan organ dalam ini, dikatakan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, akibat patahnya sejumlah tulang rusuk korban dan mengoyak jantung.

“Penyebab kematian, adalah tulang rusuk yang patah, menusuk jantung korban. Bukan karena sayatan, bukan karena cairan serangga,” kata Frans, sapaannya, kepada media, Sabtu (3/3/2018).

Koban saat itu ditemukan tewas di halaman belakang rumahnya di Komples Perumahan Bukit Dieng MB9, Malang, Sabtu (24/2) lalu. Kedua tangannya ada sejumlah sayatan. Namun jenazahnya

tidak ada darah. Justru genangan darah yang cukup banyak terdapat di dalam ruang makan rumah korban.

Menurut Frans, selain itu, kematian korban juga bukan karena racun serangga yang masuk ke dalam tubuhnya. Apa yang diungkapkan itu, disebutkan hasil analisa laboratorium forensik.

Meski begitu Frans tidak ingin berspekulasi dalam peristiwa ini. Karena masih terus dalam penyelidikan. Dia tidak ingin mengungkap yang tidak ingin membuat asumsi sebelum hasil penyelidikan mengungkap kasusnya.

Disinggung kemungkinan pelaku yang menghabisi nyawa mantan Kapolres Blitar itu adalah pembunuh bayaran, Frans tidak membantah dan tidak membenarkannya.

Menurut dia, polisi tidak bisa menyimpulkan peristiwa hanya berdasarkan asumsi. Dia menegaskan polisi hanya berpegang pada fakta hasil penyelidikan.

“Saya menyadari rasa penasaran publik terhadap kasus ini,” akunya.

Ia pun mengaku mendengar sehari sebelumnya sempat muncul isu ditangkapnya orang yang diduga pelakunya. Itu lantaran anggota Resmob Satreskrim Polres Makota menangkap seseorang. Tapi segera ditampiknya.

“Saya dengar ramai sekali di Polres Makota karena pria tersebut. Jangan salah, dia gak ada kaitannya. Dia kasus 170 KUHP dan dua tahun jadi DPO,” tambah Frans.

Terpisah, Kapolres Makota, AKBP Asfuri hanya menyebut kasus terbunuhnya mantan Wakapolda sumut ini masih dalam penyelidikan dan pemeriksaan.

Pemeriksaa yang dilakukan hari ini, adalah anak pertama korban, Timur Dikman Sasmita, 40, warga Permata Jingga. Disebutkan, penyidik telah memeriksa dua kali terhadap Timur.

“Anak sulung dipanggil dua kali,” tutupnya. (fin/mar/jon)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga