Pulang Magang, Siswi SMK PGRI 3, Tewas Terlindas Truk

Pulang Magang, Siswi SMK PGRI 3, Tewas Terlindas Truk Siswi SMK PGRI 3  di Jalan Tlogomas Malang Cintya Fatmawati, (insert) tewas seketika dalam kecelakaan di Jalan Raya M Hatta, petugas saat menangani kasusnya di TKP.(dani)

BATU-Siswi SMK PGRI 3  di Jalan Tlogomas Malang Cintya Fatmawati, 17, tewas seketika dalam kecelakaan di Jalan Raya M Hatta, Dusun Caru,  Pendem, Batu, Senin petang (5/3/2018).  

Menyusul motor Honda Beat  nopol N 4196 LV yang dikendarinya terlibat tabrakan dengan truk yang mengangkut bekatul.  Siswi yang dikenal periang dan berparas cantik ini tewas terlindah roda truk.

Peristiwa inipun sempat menjadikan kemacetan di sekitar lokasi. Warga yang tadinya akan menolong korban mengurungkan karena melihat kondisi siswi kelas XI itu, dalam kondisi tewas dengan luka parah di bagian kepala.

Setelah petugas Unit Laka Lantas

Batu datang, segera jenazah warga Dusun Kasin, Desa Jombok, Ngantang, Kabupaten Malang ini dilarikan ke RS Baptis, Kota Batu. 

Sementara sopir truk tronton, Suliono, 37, warga Jalan Bulu Tangkis, Sisir, Kota Batu, diamankan di Mapores Batu. Berikut dua kendaraan yang terlibat laka sebagai barang bukti

Kanit Laka Satlantas Polres Batu, Ipda Anton Henry Soebagyo mengatakan, kejadian ini masih dalam penyelidikannya. Yang jelas korban ditemukan terlindas ban belakang bagian belakang truk. 

“Kita belum ketahui persis kronologisnya, apakah yang salah pengemudi Honda Beat atau sopir truk, kita masih selidiki, “ katanya. 

Keterangan di TKP,  peristiwa itu terjadi sesaat truk akan jalan. Setelah sang sopir parkir karena untuk makan soto. Truk ini akan mengirim bekatul ke KUD Batu. 

Begitu truk masuk ke badan jalan, truk terlibat tabrakan dengan motor Honda Beat tersebut. Sesaat setelah itu, warga saksi melihat kondisi Global Positioning System (GPS) di motor korban masih hidup. 

Diperkirakan korban tidak mengenal kondisi jalan di sekitar Karangploso. Kesaksian beberapa anggota keluarga korban, sekitar pukul 17.30 korban menelepon ke ibunya. Ia mengabarkan kalau tersesat tidak tahu jalan. 

Ibu korban kemudian memintanya untuk menginap di rumah temannya saja. Namun Cintya bersikeras pulang ke rumah, karena ia memiliki GPS.

Menurut Eka Chandra, teman dekat korban, saat itu korban baru pulang dari magang di LG Elektronik Karangploso.

“Hari ini (kemarin), adalah hari pertamanya magang di LJ elektronik Karangploso, pekan yang lalu dia magang di Kediri, terus pindah magang di Karangploso, “ ujar Eka. 

Kepergian teman dekatnya yang selalu ceria dan ramah ini cukup memukul Eka. Ia tidak menyangka kalau pertemuan dua hari yang lalu adalah pertemuan terakhirnya.(dan/ary)
 

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga