Terima Telepon Mengaku dari Petugas Go-Jek, Rp 20 Juta Amblas

  • 2018-03-07 penulis : Amanda Egatya
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1038
Terima Telepon Mengaku dari Petugas Go-Jek, Rp 20 Juta Amblas Sejumlah bukti transfer kepada penipunya yang ditunjukkan korban ZA.

MALANG- Modus penipuan dengan iming-iming mendapat hadiah masih saja marak. Seorang wanita berinisial ZA, 26, melapor ke polisi karena tertipu via telepon. Uang Rp 20 juta pun amblas.

Menurutnya, kejadian itu tempatnya Jumat (2/3/2018) lalu. Saat menjelang maghrib, sepulang dari kantor, mendadak menerika telepon dari seseorang yang tidak dikenalnya.

Merasa ada tidak ada yang janggal, ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Sengkaling, Dau, Kabupaten Malang ini mengangkat telepon itu.

“Biasanya, saya tidak pernah mengangkat dan menggubris. Entah kenapa, ketika itu langsung saya angkat. Penelpon mengaku dari Go-Jek dan saya mendapat bonus sebesar

Rp 500 ribu,” terangnya.

Dalam pembicaraan selanjutnya, ZA diminta untuk melakukan top up akun Go-Pay. Namun, ZA sempat meminta hadiahnya dirubah dengan bentuk pulsa dan ditolak oleh pelaku.

“Tak lama kemudian, saya mendapat SMS dari Go-Jek. Isinya password pribadi. Saya kurang teliti. Pada SMS tersebut dituliskan kalau saya tidak boleh memberikan password tersebut kepada orang lain. Akhirnya saya sebutkan password tersebut,” kata dia.

Kemudian, katanya, oleh pelaku ia digiring ke ATM untuk transfer sejumlah dana. Ketika itu, ia mencoba menggunakan kartu ATM yang hanya berisi Rp 32 ribu dan ada biaya admin.

Namun, transaksi ditolak. Setelah itu, ZA digiring oleh pelaku menggunakan ATM lain, dimana ATM tersebut bebas biaya admin.

“ATM saya itu isinya Rp 20,8 juta. kalau transfer menggunakan bank tersebut, bebas biaya admin. Sehingga tidak bisa dilacak di bank.

‘’Ketika melakukan transaksi saya tidak sadar. Transfernya pun bertahap dengan nominal yang berbeda. Total transaksi yang saya lakukan sebanyak 14 kali ke 3 nomor ponsel berbeda dan uang saya ludes semuanya,” jelas dia.

Setelah itu baru ia tersadar, keraguan telah ditipu muncul. Sekitar pukul 23.00, ia kembali ke ATM mengecek saldo tabungannya. Ternyata, saldonya sudah habis.

“Setelah transaksi, pelaku yang mengaku bernama Indra tersebut berjanji akan mentransfer hadiah saya dalam waktu 15 menit. Tapi ternyata saldo saya ludes dan pelaku tidak bisa dihubungi lagi,” imbuh dia.

Sementara, terpisah, Staf Kantor Wilayah Go-Jek Malang, Alex  menyebut kasus penipuan yang mengata-namanya Go-Jek, sering kali terjadi. Tidak hanya konsumen para driver Go-Jek pun tidak sedikit yang tertipu.

“Seharusnya, lebih jeli dan menggunakan tombol bantuan yang ada di akun mereka. Sehingga, hal seperti ini tidak terjadi lagi. Untuk keluhan konsumen dan sebagainya, yang menangani langsung Go-Jek pusat,” tandas dia.(tea/jon)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga