Ada Misi Damai di Balik Uji Coba di Bandung

Ada Misi Damai di Balik Uji Coba di Bandung Skuat Joko 'Gethuk' Susilo segera bersiap melawat ke Bandung untuk uji coba.

MALANG - Penggawa Arema FC antusias ikuti uji coba away ke markas Persib Bandung, Minggu (18/3/18). Selain sebagai latihan mental tanding dalam tekanan suporter lawan, Hendro Siswanto dkk ingin membawa misi damai ketika melawat ke Bandung. 

Arema berharap, rivalitas antara suporter hanya 90 menit di dalam stadion, dan setelah itu tidak ada lagi rivalitas di luar lapangan.

Beberapa tahun terakhir, rivalitas antara Malang dan Bandung, tidak hanya terjadi pada tim yang akan bertanding. Suporter yang mendukung Arema atau Persib, juga turut bersaing dalam rivalitas. 

Aremania dan Bobotoh serta Viking, tidak akur sehingga kelompok suporter kedua klub tidak bisa memberikan dukungan saat timnya bermain away.

"Kami tetap ingin membawa misi rivalitas, tetapi hanya 90 menit saja di lapangan. Di luar lapangan, kita semua satu Indonesia," ujar Pelatih Arema, Joko Susilo.

Menurutnya, misi damai ini akan ingin dia dengungkan sejak jauh hari. Dia berharap suporter tidak tersulut untuk saling teror di luar lapangan.

"Kalau tidak diawali, akan begini terus. Makanya, kami berharap tidak ada kericuhan antar suporter," paparnya.

Pelatih berusia 47 tahun itu memahami bagaimana rivalitas suporter beberapa tahun terakhir. Padahal, tidak ada sejarah permusuhan antara suporter Malang dan Bandung sebelumnya.

Permusuhan tersebut pun berimbas pada tim, yang harus menerima teror setiap kali away ke Bandung.

Dua tahun terakhir misalnya, 2016 dan 2017, setiap kali away ke Bandung, pemain Arema harus menaiki kendaraan taktis (rantis) saat berangkat dan pulang dari stadion. 

Beberapa tahun sebelum itu, bus pemain Arema selalu jadi sasaran lemparan batu dari oknum suporter yang menyebabkan kaca pecah.

"Misi perdamaian, itu yang kami bawa. Pertandingan dalam laga tidak resmi ini saja sebenarnya menunjukkan bahwa antara Arema dan Persib tidak ada masalah. Kami berharap laga akan berjalan lancar, tidak ada kerusuhan," jelas dia.

Pria asal Cepu itu mengakui, timnya menerima tantangan uji coba

Berita Terkait

Baca Juga