Beli Rumah di Perumahan Mountain View Residence, Kok Rumahnya Ditempati Orang Lain

Beli Rumah di Perumahan Mountain View Residence, Kok Rumahnya Ditempati Orang Lain Randhi (kanan) korban penipuan menunjukkan bukti-bukti pembelian dan sertifikat tanah rumah yang dibeli.

BATU- Merasa menjadi korban penipuan pengembang perumahan, Randhi Steven, 31 warga Jalan Batubara, Kota Malang melaporkan pengembang perumahan Mountain View Residence  ke Polres Batu, Rabu (4/13/2018).

Pegawai farmasi ini melaporkan Maripin, pengembang perumahan perumahan di Desa Mojorejo,Junrejo, Kota Batu. Dia merasa tertipu dan penggelapan dua unit rumah yang dibelinya tahun 2014 lalu.

Seperti dalam laporannya kepada polisi, penipuan itu baru diketahui korban saat bulan Mei tahun 2017. Pasalnya, rumah yang dibelinya ternyata rumah sudah dihuni orang lain.

Tanpa sepengetahuan korban, ternyata Maripin sudah menjual rumah milik korban ke orang lain.

“Kami datang ke Polres Batu hari ini, untuk menanyakan perkembangan laporan kami sebelumnya. Kasus ini segera digelar perkara untuk menetapkan status Maripin sebagai tersangka,” terang Randhi.

Menurutnya, permasalahan ini bermula dari pembelian dua unit rumah di Perum Mountain View Residen Blok C nomor 13 dan 14, Desa Mojorejo,Junrejo, Kota Batu. Saat itu disepakati pembayaran rumah secara mengangsur dan pelunasannya oleh korban.

“Sudah saya lunasi, tapi rumah ternyata belum jadi. Saya pun minta kepada Maripin agar pembangunan diteruskan, Maripin minta ke saya agar rumah di KPR-kan agar pembangunan selesai, karena ia beralasan kehabisan uang,” ujar Randhi.

Maripin membujuk korban untuk mengagunkan dua sertifikat rumah di Mountain View Residen untuk diagunkan ke BTN. Saat itu proses pembangunan rumah sudah berlangsung 65 persen

“Enam bulan lebih rumah saya belum jadi, saya tetap nyicil ke BTN. Bulan Mei 2017, saya coba lihat rumah saya, ternyata rumah sudah jadi dan sudah ditempati oleh orang lain,” katanya.

Randhi mengaku sempat klarifikasi ke penghuni rumah itu dan meminta pertanggungjawaban Maripin.

“Hasilnya tetap hanya menjanjikan. Malah saat ini sudah sulit menelepon maupun menemuinya,” ujar Randhi.

Merasa tertipu dengan nilai kerugian sebesar Rp 1,13 milIar, korban pun membawa kasus ini ke jalur hukum. “Kami berharap Kepolisian segera menindak, supaya jangan

Berita Terkait

Baca Juga