Perkuliahan Jarak Jauh Masih Persulit Mahasiswa

  • 2018-03-16 penulis : rosi
  • dibaca :1089
Perkuliahan Jarak Jauh Masih Persulit Mahasiswa ilustrasi

MALANG – Sistem perkuliahan harus mengantisipasi revolusi industri 4.0 yang berbasis serba teknologi informasi. Dalam mengantisipasi perubahan global tersebut, Menristekdikti mengembangkan program perkuliahan model daring atau lebih dikenal dengan perkuliahan jarak jauh (PJJ).

"Selama ini, proses perkuliahan terbatas pada sumber daya manusia dan infrastruktur, sehingga kami siapkan program perkuliahan metode daring. Regulasinya akan disiapkan pada April nanti," ujar Menristekdikti, Prof Drs H Mohamad Nasir Ak MSi PhD saat berada di Malang.

Dia melanjutkan, semua kampus diberi imbauan untuk mengarah pada model perkuliahan daring. Sementara, untuk sistem kurikulum diserahkan pada masing-masing kampus. 

"Namun sistem yang harus dicapai adalah sistem pembelajaran yang baik, jangan sampai mengorbankan kualitas," imbuhnya.

Metode perkuliahan sebelumnya terbatas pada pagu karena melalui tatap muka, Sehingga memiliki rasio hanya 1:20. Namun dalam menghadapi revolusi industri yang serba teknologi, maka dapat dipastikan ke depan ruang kuliah tidak ada lagi. 

"Perkuliahan harus dilakukan tidak terbatas dalam pagu, tujuannya untuk mencakup kualitas yang tetap terjaga," tandasnya.

Menristekdikti tengah membentuk tim dan cyber university yang bertugas mereview mata kuliah yang nantinya didaringkan. Sebelum dipublish, mata kuliah tersebut harus melampaui standart mutu, capaian, proses dan input, sehingga harus dipelajari. 

"Kalau tidak sesuai, maka kita anggap problem. Jika peraturan menteri sudah keluar, maka perguruan tinggi yang melakukan kuliah daring harus melaporkan ke Menristekdikti," bebernya.

Perguruan tinggi di Indonesia hanya 65 yang memperoleh akreditasi A. Sementara, angka partisipasi kasar (APK) Indonesia masih kalah dengan Malaysia, yang hanya 31,5%. Melalui sistem PJJ dianggap mampu meningkatkan APK hingga 40%. 

PJJ ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pendidikan secara fleksibel lintas ruang dan waktu. Selain itu, PJJ

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga