Enam Anggota Dewan Susul Arif Jadi Tersangka

Enam Anggota Dewan Susul Arif Jadi Tersangka Penyidik KPK saat berada di Malang

MALANG-KPK kembali obok-obok Kota Malang. Lembaga antirasuah itu menurunkan penyidiknya Senin (19/3) hari ini hingga Selasa (20/3) besok. Agendanya melanjutkan pemeriksaan kasus dugaan suap pembahasan Perubahan APBD 2015. Bahkan dalam penyidikan kali ini KPK sudah menetapkan enam orang tersangka yang semuanya anggota DPRD Kota Malang.

“Surat pemeriksaan sudah dikirim kepada saksi-saksi sekitar Sabtu dan Minggu kemarin. Jumlahnya belasan orang yang menjadi saksi dalam pemeriksaan lanjutan ini. Pemeriksaannya marathon,” jelas sumber Malang Post.

Surat panggilan pemeriksaan KPK, kata sumber terpercaya tersebut, disebutkan tempat pemeriksaan di Mapolres Malang Kota. “Saya tahu ada teman di

dewan yang mendapat surat panggilan itu. Bisa jadi dari pemkot juga ada yang dipanggil,” katanya sembari memastikan belasan orang yang diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi. “Dalam surat panggilan disebutkan sebagai saksi,” sambungnya.

Salah seorang anggota DPRD, Harus Prasojo dipanggil sebagai saksi terhadap tersangka Suprapto, Sahrawi, Mohan Katelu, Salamet, Zainudin dan Wiwik Astuti.

Anggota Komisi A DPRD Kota Malang, Subur Triono yang dikonfirmasi kemarin menjawab dengan diplomatis. Subur tak mengelak saat ditanya ia menjadi salah satu saksi yang dipanggil KPK. “Saya masih di luar kota. Tunggu saja besok,” katanya singkat sembari tertawa. 

Sementara itu, sejumlah anggota dewan yang berada di luar kota tadi malam langsung pulang ke Malang. Ini setelah mereka mengetahui adanya surat panggilan dari KPK untuk diperiksa sebagai saksi.

Lantas apakah hari ini ada pejabat Pemkot Malang yang juga diperiksa? Pjs Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahid Wahyudi MT mengaku belum mengetahuinya. ”Saya belum mendapat info,’’ katanya.  

Pemeriksaan hari ini merupakan pemeriksaan yang dilakukan kali keempat. Diperkirakan juga menjadi babak baru penyidikan, sebab sebelumnya ramai KPK mengumbar statement tentang Calon Kepala Daerah (Cakada) yang tersangka. Untuk pemeriksaan di Malang, sebelumnya dua kali di Polres Malang Kota dan terakhir di Polres Batu. Ini tentu tidak termasuk pemeriksaan yang dilakukan di kantor KPK di Jakarta.  

Untuk diketahui, kasus dugaan suap pembahasan Perubahan APBD 2015 menyeret mantan Ketua DPRD Kota Malang M. Arief Wicaksono dan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan (PU-PPB) Jarot Edy Sulistiono. Jarot yang sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Juanda, Sidoarjo itu telah dituntut empat tahun penjara. 

Sementara M. Arief Wicaksono  mulai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Juanda, Surabaya, Jumat (16/3) lalu. Dalam dakwaan, disebutkan Arief menerima uang

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga