Polinema Bangun Hangar untuk Prodi Aeronotika

  • 2018-03-22 penulis : rosi
  • dibaca :1747
Polinema Bangun Hangar untuk Prodi Aeronotika Mahasiswa Polinema kelas kerja sama dengan Garuda sedang melakukan praktik.

MALANG–Tahun 2018, polinema akan membangun hanggar pesawat guna pendirian prodi baru Aeronotika. Sejak membuka kelas kerja sama PT Garuda Maintenance Facility (GMF) pada 2015, animo pendaftar cukup tinggi karena memiliki prospek yang bagus.

"Mengingat pemerintah jokowi sekarang berupaya meningkatkan infrastruktur transportasi vital di negara kepulauan, yang paling efisien dipilih adalah pesawat," ujar Direktur IV Polinema, Dr. Luchis Rubianto LRSC MMT kepada Malang Post (induk Klikapa.com).

Dia melanjutkan, pada prodi Aeronotika yang memiliki materi perkuliahan perawatan pesawat pasti membutuhkan hanggar. Maka sebelum membuka prodi baru tersebut, Polinema membangun hanggar pesawat yang nantinya akan dilengkapi dengan dua pesawat. Kedua komponen penting ini digunakan sebagai bahan praktikum mahasiswa. 

"Ini masih terus berkembang, rencananya akan menyiapkan pesawat konvensional yang memiliki baling-baling yang memungkinkan untuk praktikum," imbuhnya.

Pengajuan pendanaan hangar, lanjutnya, menggunakan dana revitalisasi sekitar Rp 10 miliar. Namun, saat itu, tidak disetujui revitalisasi. Maka Polinema mengalihkan dana pembangunan dari dana revitalisasi ke dana Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Hal ini diperbolehkan, sebab Polinema sudah BLU, sehingga memungkinkan untuk melakukan hal tersebut sesuai dengan persetujuan Kementerian.

"Alasannya tidak diperbolehkan karena di awal revitalisasi tiga tahun lalu, kami mengajukan unggulannya yakni teaching factory kimia dengan pendukung control peralatan dari prodi elektronika. Tahun berikutnya, kami ingin mengakukan prodi mesin dan elektronika. Namun  revitalisasi menganjurkan untuk memfokuskan lebih dulu teaching factory untuk dikembangkan," bebernya. 

Jika hanggar siap, maka prodi aeronotika akan dibentuk dengan jenjang D3 dengan dua kelas seperti tahun lalu. 50% dosen pengajar berasal dari Polinema dan 50% sisanya berasal dari industri (GMF). Setidaknya, saat ini terdapat elapan dosen pengajar kelas GMF yang telah

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga