Elpiji di Pasaran Makin Sulit La Kok Pertamina Bilang masih Normal Ya...

  • 2018-04-02 penulis : bagus
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3038
Elpiji di Pasaran Makin Sulit La Kok Pertamina Bilang masih Normal Ya... Pertamina Malang menyakini pasokan gas elpiji 3 kilogram atau biasa disebut gas Melon normal. Padahal di pasaran makin sulid didapat.(ipunk)

MALANG-Area Manager Communication and Relations Pertamina MOR V, Rifky Rakhman Yusuf menyangkal Elpiji 3 kg langka. Pasokan distribusi disebut normal.

“Sejauh ini, penyaluran elpiji 3 kilogram masih normal, tidak ada masalah apapun, masih aman,” terangnya Minggu (1/4).

Disebutan, untuk wilayah Malang Raya pasokan untuk tabung gas melon sebanyak 350 metric ton (MT). 

“Selama liburan panjang kali ini, bahkan ada tambahan secara fakultatif sebesar 50 persen dari penyaluran harian,” jelas dia.

Ia bahkan menyebut, Ketika terjadi kelangkaan tabung gas melon, sering ditemukan di lapangan adanya beberapa oknum agen tabung gas yang terlambat memberikan pasokan. 

Tapi biasanya jika itu terjadi pihaknya sudah memiliki antisipasinya. “Sesuai perjanjian yang ada, sanksi yang diberikan mulai dari surat peringatan, penghentian supply hingga pemutusan hubungan kerja,” ujar dia.
Sementara itu, di lapangan, beredar kabar bahwa nantinya tabung gas melon akan dialihkan ke produk Pertamina yang lain, yakni Bright Gas. Saat ini, Bright Gas terdiri dari dua warna, yakni ungu dan pink. Ukurannya, mulai dari 5,5 kg dan 12 kg. 

“Kalau terkait hal itu, sudah pada kebijakan pemerintah. Kami hanya pelaksana saja,” katanya diplomatis.

Rifky pun enggan mengkonfirmasi ikhwal  itu. “Kita masih belum bisa berandai-andai,” ujar dia singkat.

Bright Gas merupakan produk gas non subsidi. Harga untuk pembelian tabung gas beserta isinya mulai dari Rp 334 ribu. Sementara untuk isi ulang sekitar Rp 64 ribu. 
 

Berita Terkait

Baca Juga