Kelangkaan Gas Elpiji Melon Meluas, Harganya Tembus Rp 22 ribu

Kelangkaan Gas Elpiji Melon Meluas, Harganya Tembus Rp 22 ribu Kelangkaan gas Eliji 3 Kg kian meluas. di wilayah Kabupaten dan Kota Batu pun merasakan kesulitan yang sama mendapatkannya.(ipunk)

Gila, Harga Elpiji Tembus Rp 22 Ribu!//Judul
Temuan di Lapangan, Malang Raya Langka Elpiji Melon//sub judul
MALANG–Kelangkaan elpiji 3 kilogram atau melon makin meluas di wilayah Kota Batu dan Kabupaten Malang pun merasakan hal yang sama. Saking langkanya, di Kabupaten Malang dan Batu bahkan harganya tembus Rp 22 ribu per tabung. Itu melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Di Kabupaten Malang, kelangkaan elpiji terjadi di Desa Rejosari, Bantur. Warga sudah sulit mendapatkan elpiji melon sejak Kamis (29/3). Pemilik Toko Berkah bernama Andrianto yang ada di Desa Rejosari mengatakan, biasanya agen mengambil tabung kosong hari Kamis atau sesuai permintaanya.

“Tapi sejak Kamis (29/3) lalu, agen tidak mengambil tabung kosong hingga sekarang. Sedangkan stok yang saya miliki sudah habis sejak hari Jumat (30/3),” ujarnya.

Untuk mengatasi itu, ia harus mengambil gas di beberapa toko yang masih ada stok tabung gas tiga kilogram. Ia terpaksa ke Desa/Kecamatan Pagelaran, sebab di toko langganan di Bantur kosong.  Biasanya jika pengiriman dari agen terlambat, ia mengambil dari toko langganannya di Desa Wonokerto, Bantur.  Akibatnya ia menjual gas melon itu lebih tinggi dari biasanya.

“Biasanya saya jual paling tinggi Rp 18 ribu per tabung, kali ini saya jual Rp 22 ribu per tabung,” akunya.

Hal yang sama juga terjadi di daerah Mangliawan. Seorang pembeli, Irwanto mengaku gas elpiji 3 kg Rp 20 ribu.  Sedangkan di di Desa Sumbersekar Kecamatan Dau, harganya tembus Rp 19.500.

“Itu pun saya harus mencari ke tiga toko,” aku Soliha warga Sumbersekar.

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga