Berkabut, Wisata Para Layang Malah Asik

  • 2018-04-05 penulis : febri
  • Editor :husnun
  • dibaca :332
Berkabut, Wisata Para Layang Malah Asik Kabut menyelimuti bukit Gunung Banyak

 Puncak Gunung Banyak semakin jadi destinasi wisata di Kota Batu seiring fasilitas semakin lengkap.Tidak hanya dalam suasana cerah, pengunjung tetap saja padat ketika puncak gunung wilayah Perhutani ini diselimuti kabut tebal.

Dalam beberapa hari terakhir, Kota Batu selalu diguyur hujan hingga kabut tebal menyelimuti, termasuk kawasan Gunung Banyak.‘’Kalau ada kabut tebal, suasana semakin asyik.Sasana dingin menantang.Sayangnya, kita tidak bisa melihat matahari terbenam ketika ada kabut,’’ terang wisatawan asal Kota Malang, Aldi Prasetnyo kepada Malang Post.

Dia sengaja berwisata ke paralayang, sebutan akrab puncak Gunung Banyak, karena keindahan alam dan kesejukan udara.Dari puncak

itu, dia bisa melihat gemerlapnya lampu Kota Batu dan Malang ketika cuaca cerah malam hari. Jika kabut turun, dia mendapatkan sensi berbeda dan tidak pernah dijumpai di tempat lain.

"Saya suka mendaki gunung. Saya paling suka kalau  kabut turun. Jadi ketika mendapatkan kabut menyelimuti Gunung Banyak ini, saya serasa mendaki gunung tinggi. Kalau ke Gunung Banyak ini, kami tidak mendaki karena bisa dilalui dengan motor atau mobil," kenangnya.

Sementara itu Humas wana wisata Paralayang, Arief Laksono, mengatakan Gunung Banyak kini menjadi destinasi pilihan. Wisatawan datang setiap hari meski tidak ada even paralayang. Saat long weekend lalu, pihaknya kualahan karena pengunjung yang padat.

Selama libur panjang, rata-rata pengunjung per hari adalah 300 orang.Sedangkan hari biasa, pengunjung kisaran 50 - 100 orang."Gunung Banyak kini memiliki tiga wana wisata.Fasilitas ini juga memancing wisatawan terus datang," bebernya.

Ia menjelaskan, wana wisiata tersebut adalah Romantic Camp Ground, Omah Kayu, dan Taman Langit. Pengunjung juga bisa menikmati makanan dan minuman di warung-warung.Begitu lahan parkir cukup luas luas.Pengunjung Gunung Banyak cukup merogoh Rp 10 ribu per tiket dan biaya parkir Rp 5 ribu.

"Tiket tersebut hanya untuk masuk ke wisata Paralayang.Untuk ke wahana selanjutnya, seperti omah kayu, taman langit dan romantic camp harus membeli tiket lagi," imbuhnya.

Melalui biaya itu, ungkap Arif, mereka akan terbayar pemandangan, sarana dan fasilitas memadahi. (eri/feb)

 

 

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga