Aremania Hadang Bus Arema...Begini Katanya

Aremania Hadang Bus Arema...Begini Katanya Sejumlah Aremania yang menghadang bus Arema yang baru datang dari laga away di Samarinda. Mereka minta Arema segera evaluasi untuk menang.

MALANG-Aremania mulai tidak sabar dengan kondisi tim kesayangannya yang tak kunjung menang. Saat punggawa Singo Edan baru datang dari lawatannya di Samarinda, langsung disambut dengan tuntutan evaluasi di tubuh tim Arema.

Sedikitnya 20 orang Aremania menunggu di tengah kemacetan lampu merah di Jalan Ahmad Yani Kota Malang, Selasa (10/4) kemarin. Mereka pun membawa 'Evaluasi Total, Manajemen e'.

Saat bus tim Arema berhenti karena macet, beberapa Aremania menghadangnya. Mereka berteriak dan meminta ada perwakilan manajemen atau pelatih turun dari bus.
 
Di dalam bus ada juga General Manager Arema FC Ruddy Widodo dan

barisan asisten pelatih seperti Kuncoro, Pelatih Fisik Dusan Momcilovic dan Milan Petrovic. Sementara, Pelatih Joko Susilo sudah turun lebih dulu di kawasan Balearjosari.

"Arema Maine koyok goder (Arema mainnya seperti agar-agar). Ayo, evaluasi jangan sampai degradasi," teriak Aremania ketika itu.

Tak ayal, kejadian itu menjadi pusat perhatian masyarakat di sekitar lampu merah Jalan Ahmad Yani. Mereka meneriakkan tuntutan agar Arema bisa bangkit dari hasil buruk di tiga pekan awal Liga 1.

Mereka tidak bisa menerimakan hasil buruk selama tiga pekan ini. Salah satu alasannya, Liga 1 ini makin kompetitif dan ada Persebaya Surabaya. "Sekarang ada Persebaya, tidak gengsi main seperti ini?," tambah mereka.

Kuncoro yang kemudian turun dari bus. Sekitar lima menit, mereka berdiskusi. Sedangkan beberapa Aremania, masih terus memandangi bus pemain dan berteriak-teriak. Bahkan, ada yang terlihat sampai meneteskan air mata sembari berteriak.

"Kami tidak terima kalau Arema mainnya seperti ini. Ada apa dengan Arema?," tanya Mahardika Susilo, salah satu Aremania yang berbicara dengan Kuncoro.

Dia menyadari, jika Arema saat ini butuh dukungan untuk bangkit. Namun, sebagai Aremania, dirinya juga membutuhkan kepastian akan stabilitas permainan Arema. Sejak pekan pertama, hal itu tidak mereka dapati pada tim Singo Edan.

"Tiga laga, masalahnya sama. Cara kalahnya sama. Apa yang diberikan pelatih saat latihan? Katanya perbaikan. Sampai kapan?," tambah dia.

Dia mengatakan, apa yang mereka lakukan, karena perhatian dan cinta pada Arema. Mereka ingin protes dengan cara yang tepat. "Ini warning dari Aremania. Bangkit, atau stadion bakal semakin sepi," tegas dia.

Kuncoro pun menerima apa yang disampaikan Aremania. Dia bahkan sempat tidak tega, ketika melihat Aremania menangis.

"Tadi dia berbicara sama saya sambil nangis. Dia bilang cinta Arema. Tidak mau Arema berada di bawah. Apa yang mereka lakukan adalah dukungan juga,"

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga