Dari Sumber Wendit Masyarakat Tengger Awali Ritual Kasada

Dari Sumber Wendit Masyarakat Tengger Awali Ritual Kasada salah satu rangkaian upacara Grebeg Tirtoaji masyarakat Tengger yang mengambil air di sumber air Wendi di Kabupaten Malang.(dicky)

MALANG-Sekitar 500 orang masyarakat Suku Tengger dari tujuh desa, mengikuti ritual Grebek Tirto Aji di Pemandian Wendit, Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (12/4). Ritual yang rutin digelar tiap tahun ini merupakan awal dari rangkaian Upacara Yadnya Kasada.

Upacara Kasada, akan dilaksanakan oleh masyarakat Suku Tengger pada 14 Kasada atau bulan purnama. Ritual yang dipimpin Dukun Adat Desa Ngadas, Poncokusumo Sutomo ini, dihadiri juga Wakil Bupati Malang, Sanusi.

Ritual diawali dengan kirab uborampe atau perlengkapan upacara dari halaman patirtan menuju ke Pendopo Pemandian Wendit. Uborampe terdiri dari hasil bumi dan dua buah gunungan besar.

Sesampainya di pendopo, kemudian didoakan oleh dukun adat.

Dilanjut prosesi masuknya tujuh bidadari yang membawa tempat air suci. Tujuh biadadri cantik ini selanjutnya bersama dukun adat, Wabup Sanusi dan masyarakat Suku Tengger menuju Sendang Widodaren atau Punden Mbah Kabul.

Rombongan pengambil air suci ini, juga diiringi uborampe yang berada di belakangnya. Dukun Adat beserta Wabup  Sanusi dan tujuh bidadari ini masuk ke dalam Sendang Widodaren untuk mengambil air suci.

Sanusi lantas mengambil air satu per satu untuk dimasukan ke dalam wadah yang dibawa bidadari. Dukun Adat Desa Ngadas, Poncokusumo, Sutomo mengatakan, ritual Grebeg Tengger Tirto Aji ini merupakan rangkaian awal dari Upacara Yadnya Kasada.

“Ritual ini diikuti masyarakat Suku Tengger dari Tujuh Desa di Pegunungan Tengger, mulai dari Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ritual ini sebagai bentuk syukur dari masyarakat Suku Tengger, atas limpahan rizki dari Tuhan yang Maha Esa. “Tentunya melalui ritual ini, masyarakat Suku Tengger juga berdoa sekaligus berharap supaya di masa akan datang juga tetap diberi kelimpahan rizki,” urainya.

“Tradisi masyarakat Tengger secara nasional terkenal memiliki daya tarik tersendiri. Dengan acara hari ini diharapkan mampu memperkuat image adat suku Tengger yang memberikan kontribusi maksimal kepada masyarakat Kabupaten Malang,” kata Sanusi di tempat yang sama. (big/mar)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga