Jualan Burung Kakatua Dilindungi Pemuda Ini Diancam Lima Tahun Penjara

  • 2018-04-14 penulis : Fino
  • Editor :husnun
  • dibaca :713
Jualan Burung Kakatua Dilindungi Pemuda Ini Diancam Lima Tahun Penjara Tersangka KH dan barang bukti Satwa dilindungi, Kakatua dan Nuri Bayan yang disita petugas.(ist)

MALANG – Polisi Hutan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) membekuk pelaku perdagangan satwa dilindungi. Pelakuknya pria berinisial KH, 25, warga Boro Bugis, Pakis, Kabupaten Malang. Jumat (13/4) malam. Tiga jenis burung yang digagalkan dari komuditi itu, Kakatua Triton jambul kuning, Kakatua Maluku warna oranye dan Nuri Bayan.

Informasinya, tim Polisi Hutan KSDA Jatim dan tim Profauna melakukan operasi tangkap tangan terhadap penjual satwa dilindungi ini.

Menurut Imam Pujiono, Polisi Hutan KSDA Jatim, penangkapan KY terjadi Jumat malam lalu di kawasan Pakis, Kabupaten Malang.

“Pelaku inisial KH ditangkap di rumahnya,” papar Imam, Sabtu (14/4).

 

Saat digeledah di rumah KH ditemukan kotak berisi satwa langka itu. Termasuk, di antaranya Kakatua Triton jambul kuning. Unggas ini juga memiliki nama latin Cacatua Galerita Triton.

Jenis ini tersebar di kawasan Papua. Ciri-ciri fisik dari satwa unggas dilindungi ini adalah ukuran tubuhnya lebih besar dari satwa satu famili lainnya Cacatua Galerita Eleonora. Selain itu, Kakatua triton memiliki kelopak mata warna biru muda.

Penangkapan pelaku, menurutnya berawal dari penyelidikan yang dilakukan oleh KSDA terhadap adanya dugaan penjualan satwa dilindungi di media sosial. Petugas pun segera menyaru sebagai pembeli.

Setelah berkomunikasi dengan tersangka, pembelian dilakukan dengan cara Cash On Delivery atau COD. Setelah bertemu di Pakis, terangka dibekuk dan digelandang ke Polres Malang.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda membenarkan pelaku beserta barang bukti telah diamankan. “Keterangan soal asal muasal satwa yang diperjual-belikan masih dalam pendalaman,” kata Adrian, Sabtu.

Terangka KH pun terancam dijerat pasal 21 ayat 2 (a) UU RI nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Ancaman hukumannya paling lama 5 tahun serta denda maksimal Rp 100 juta. Sanksi penjara ini diatur dalam pasal 40 ayat 2 UU RI nomor 5 tahun 1990.(fin/jon/mar)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

Baca Juga